MANFAAT DAN KHASIAT KELOR (MARUNDA OLEIFERA) (Miracle Tree)


MANFAAT DAN KHASIAT KELOR (MARUNDA OLEIFERA)

moringa_oleifera1

Anda pasti pernah mendengar pepatah ini ” Dunia tak selebar Daun Kelor” . yang artinya adalah “jangan cepat berputus-asa karena masih banyak yang lain”. Walaupunn tidak ada kaitannya, namun ternyata rupanya Kelor menyimpan begitu banyak manfaat & khasiat, sehingga dijuluki “Miracle Tree” atau “Tree for Life” oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mengapa demikian ?

Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7—11 meter. Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, dapat dibuat sayur atau obat. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang, juga dapat disayur.
Nama umum Indonesia: Kelor, limaran (Jawa) Inggris : Moringa, ben-oil tree, clarifier tree, drumstick tree Melayu : kalor, merunggai, sajina Vietnam : Chùm ngây Thailand : ma-rum Pilipina : Malunggay
Kelor memiliki banyak manfaat bagi manusia. Berbagai bagian dari tanaman kelor bisa dimakan. Cara memanfaatkan kelor juga sangat bervariasi, mulai dari biji polong muda atau disebut “stik drum”, sangat populer di Asia dan Afrika. Untuk bagian daun kelor, dimanfaatkan khususnya di Kamboja, Filipina, India Selatan dan Afrika. Biji matang, dan minyak dari biji serta akar kelor.
Di beberapa daerah, polong muda yang paling sering dimakan, sedangkan daun kelor adalah bagian paling umum digunakan. Bunganya dapat dimakan saat dimasak dan terasa seperti jamur. Kulit kayu, getah, akar, daun, biji, minyak, dan bunga digunakan dalam pengobatan tradisional di beberapa negara. Di Jamaika, getah digunakan untuk pewarna biru alami.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menobatkan kelor sebagai “Pohon Ajaib” (MIracle Tree atau juga “Tree for Life”.) setelah melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara termiskin di dunia. Pohon kelor memang tersebar luas di padang-padang Afrika, Amerika Latin, dan Asia. National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit”. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.

Manfaat Kelor

Daun kelor adalah bagian paling bergizi dari tanaman kelor sendiri, merupakan sumber penting vitamin B6, vitamin C, provitamin A sebagai beta-karoten, magnesium dan protein antara nutrisi lain yang telah diteliti di lab. oleh USDA. Jika dibandingkan dengan makanan umum, daun kelor sangat tinggi dalam kandungan nutrisi nya :
Perbandingan kandungan kelor dan makanan lainnya :
Nutrisi makanan – Jenis Makanan Umum – Kandungan Daun kelor
Vitamin A – wortel – 1,8 mg – 6,8 mg
Kalsium – Susu – 120 mg – 440 mg
Kalium – pisang – 88 mg – 259 mg
Protein – Yogurt – 3,1 g – 6,7 g
Vitamin C – Jeruk – 30 mg – 220 mg

Secara tradisional daun kelor dimasak dan digunakan seperti bayam. Selain digunakan segar sebagai pengganti bayam, daun biasanya dikeringkan dan ditumbuk menjadi bubuk digunakan dalam sup dan saus. Sebagai catatan Penting untuk diingat bahwa seperti kebanyakan tanaman kelor pemanasan di atas 60 derajat celcius dapat menghancurkan beberapa nilai gizi.

Manfaat utama daun kelor adalah:
>Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh
>Menyegarkan mata dan otak
>Meningkatkan metabolisme tubuh
>Meningkatkan stuktur sel tubuh
>Meningkatkan serum kolesterol alamiah
>Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit
>Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal
>Memperindah kulit
>Meningkatkan energi
>Memudahkan pencernaan
>Memelihara sistem imunitas tubuh
>Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan
>Bersifat anti-peradangan
>Memberi perasaan sehat secara menyeluruh
>Mendukung kadar gula normal tubuh
>Memerangi Kekurangan Gizi

Pohon dan daun kelor telah digunakan untuk memerangi kekurangan gizi, terutama pada bayi dan ibu menyusui. Berbagai lembaga LSM internasional Trees for Life, Educational Concerns for Hunger Organization, dan Volunteer Partnerships for West Africa – telah menganjurkan kelor sebagai solusi mengatasi kelaparan. Salah satu penulis menyatakan bahwa kelor adalah nutrisi alami untuk daerah tropis.
“Moringa atau kelor sekarang begitu terkenal sehingga tampaknya tidak ada keraguan dari manfaat kesehatan yang besar untuk direalisasikan oleh konsumsi serbuk daun kelor dalam situasi di mana kelaparan sudah makin dekat”
Kelor sangat menjanjikan sebagai sumber makanan di daerah tropis karena pohon memiliki daun yang penuh pada musim kering dan ketika makanan lain biasanya langka.
Organisasi Kesehatan Dunia WHO bahkan menganjurkan agar bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan mengkonsumsi daun kelor. Daun kelor dapat diberikan kepada ibu menyusui untuk dapat meningkatkan laktasi atau produksi ASI.

Hasil penelitian menunjukkan , bahwa dalam perbandingan gram, daun kelor mengandung: 7 x vitamin C pada jeruk , 4 x calcium pada susu , 4 x vitamin A pada wortel , 2 x protein pada susu , 3 x potasium pada pisang .

Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi dan fitokimia yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Termasuk di antaranya termasuk efek antibakteri secara in vitro, toleransi glukosa meningkat pada model tikus diabetes, penghambatan Epstein-Barr aktivitas virus in vitro dan pengurangan papiloma kulit pada tikus. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral

Khasiat Daun Kelor sebagai Obat Tradisional

Kelor telah digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional, termasuk obat tradisional Ayurvedic dan di Filipina, Afrika dan Indonesia..
Daun kelor dapat dipakai menjadi obat herbal karena memiliki fungsi sebagai berikut :
Anti Inflamasi, menurunkan kolesterol jahat , membantu proses penyembuhan penyakit diabetes, mengatasi Nyeri, Letih, dan Linu, mengobati sakit kuning, beri-beri, epilepsi, herpes, bisul, luka bernanah, rematik, alergi dll.

Berikut beberapa beberapa resep herbal Kelor :
1. Anti inflamasi
Kelor memiliki fungsi pengobatan karena mengandung kalsium dan pospor. Kandungan mineral dan vitamin sangat tinggi dibanding sayuran lainnya. Tidak heran, media asing banyak yang menyebut kelor sebagai “miracle tree” maupun “Tree for Life”.
Dari penelitian daun kelor mamppu menghambat aktifasi NFkB dan menurunkan ekspresi protein tumor.
2. Menurunkan kolesterol tinggi dan Diabetes mellitus
Untuk menurunkan kadar kolesterol dan glukosa dalam darah, 3-5 tangkai daun kelor direbus dengan 3 gelas air hingga air tersisa setengahnya. Kemudian disaring dan diminum. Lakukan secara rutin 2 kali sehari.
3. Sakit Kuning
Ambil 3-7 tangkai daun kelor, 1 sendok makan madu, dan 1 gelas air kelapa hijau. Setelah dicuci bersih, daun kelor ditumbuk hingga halus, lalu diberi 1 gelas air kelapa , diaduk dan , saring . Tambahkan madu dan aduk sampai merata. Minum secara rutin setiap hari sampai sembuh.
4. Mengatasi Nyeri, Letih, Linu
Daun kelor mengandung pterigospermin yang merangsang kulit sehingga dapat berfungsi sebagai param yang manghangatkan. Jika daun kelor dilumat dan dibalur akan mengurangi rasa nyeri karena bersifat analgesik.
5. Epilepsi
Ambil 1 jari akar kelor, cuci bersih, rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa satu gelas, Saring, dan minum selagi hangat 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
6. Herpes, bisul dan luka bernanah
Ambil 3-7 tangkai daun kelor atau secukupnya, cuci bersih, tumbuk halus dan tambahkan kapur. Tumbukan daun kelor tersebut digunakan sebagai obat luar dengan cara dibalurkan pada luka.

Khasiat lainnya Kelor

Biji kelor ternhyata merupakan penjernih air yang baik. Biji kelor bersifat koagulan atau pengendap, mampu mengendapkan kotoran berupa partikel sangat kecil yang larut dalam air dengan cara mengikat partikel2 tersebut. Pilih biji yang tua dan kering. Secara umum, satu biji kelor dapat menjernihkan 1 liter air, namun hal itu dipengaruhi juga oleh tingkat kekeruhan airnya. Hebatnya, biji kelor tidak hanya sekedar menjernihkan air, namun juga bisa membunuh kuman dan bakteri yang terkandung di dalam air karena adanya kandungan senyawa antibiotik di dalam biji kelor tersebut.
Caranya adalah : keluarkan biji dari cangkangnya, tumbuk sampai halus dan diberi sedikit air hingga berbentuk pasta. Masukkan ke dalam air yang akan dijernihkan, dan aduk sampai merata. Bisa juga diencerkan terlebih dahulu. Diamkan sekitar 3 jam atau hingga kotoran mengendap di dasar wadah. Air yang sudah jernih dituang ke wadah lain dengan hati-hati agar endapan kotoran tidak tercampur kembali.

Redaksi TOA , Jan ’13

Dari berbagai sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kelor
http://daunkelor.com/Kelor
Kelor Herbal Multikhasiat, Detlta Media 2011

Semoga bermanfaat bagi anda dan sahabat yang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s