3 Prinsip dasar orang Jepang yang ada dalam Islam dan Al-quran  


yana samanoe

Jepang merupakan sebuah negara yang terkenal akan keindahan bunga sakura. Setiap orang mengenal apa itu bunga sakura yang mekar setiap musim semi bulan April. Keindahan ini salah satunya karena negara ini dihinggapi empat musim yang berbeda dari musim panas, gugur, salju dan Semi.
Saya memiliki pengalaman hampir 3 tahun bekerja di Jepang dan sangat merasakan sendiri bagaimana karakteristik masyarakat Jepang yang sangat unik dibandingkan dengan negara lain di Dunia. Karakteristik ini lahir dari embrio samurai yang eksis beberapa ratus tahun yang silam. Saya merangkum ada 3 prinsip dasar orang Jepang yang terkait dengan ajaran Islam dan Alquran. inilah prinsip dasar yang saya rangkum sebagai berikut.
1. Tepat Waktu
Orang Jepang memiliki karakteristik tepat waktu dan pantang terlambat apabila melakukan perjanjian untuk bertemu. Apabila kita  telah berjanji untuk bertemu dengan rekan bisnis ataupun teman, sebaiknya 10 menit sebelum perjanjian, kita sudah berada di tempat tersebut. Mereka sangat menghargai waktu sehingga keterlambatan yang sedikit walaupun beberapa menit sangat tidak ditolerir.
2. Melayani dengan totalitas
Apa yang di maksud dengan melayani dengan totalitas ini ? untuk menjelaskannya saya berikan contoh tentang pelayanan publik di Indonesia sebagai perbandingan. Banyak pelayanan publik di negara kita yang tidak menerapkan sistem totalitas.
Contoh pertama mungkin kita pernah kesal ketika mengurus surat atau membuat KTP di kecamatan atau keluarahan. Kita sering di buat kesal menunggu karena ketidak tepatan waktu pelayanan kerja atau keterlambatan oknum staff di kecamatan atau kelurahan.  Kita juga bisa melihat begitu malasnya para pekerja oknum PNS. Bahkan ada pameo berangkat jam 09.00, baca koran, siang istirahat, tidur bentar jam 14.00 sudah tutup. Apakah rekan-rekan pernah mengalaminya ?  Contoh yang kedua misal pelayanan publik di rumah sakit. Karena begitu banyaknya pasien, oknum perawat terkadang menyepelekan, makes malesan dan menunjukan muka yang kesal. Inilah contoh melayani tanpa totalitas.
Di Jepang, semua pekerja dari mulai polisi, pegawai kecamatan, guru, dosen bekerja sangat totalitas. Apalagi pekerja sektos swasta. Mereka sangat menghormati customer tanpa memandang suku, agama ataupun bangsa. Mereka totalitas melayani dengan tersenyum. Tidak ada kata terlambat, tidak ada wajah yang tidak tersenyum semuanya totalitas melayani seperti melayani seorang raja.
3. Budaya Malu
Budaya malu sangat terasa di Jepang. Setiap orang yang melakukan kesalahan pastinya akan merasa malu. Bahkan karena akibat malu ini, bunuh diri merupakan hal lumrah yang dilakukan oleh orang Jepang. Rasanya berbeda ketika kita melihat banyak koruptor yang ditangkap KPK tidak memperlihatkan budaya malu ini. Mereka sepertinya biasa-biasa saja bahkan banyak yang melawan walaupun sangat jelas melakukan aktivitas korupsi ini. Mental malu inilah yang harus kita tingkatkan sehingga tidak merugikan orang lain. Selain itu rasa malu bisa menghinggapi orang Jepang ketika tidak mengerjakan tugas dengan baik, tidak melayani dengan baik sehingga pelayanan publik sangat baik.
Inilah 3 prinsip dasar dari orang Jepang. Tentunya masih banyak prinsip dasar orang Jepang yang baik. Teman teman dapat menambahkan prinsip dasar yang baik dari orang Jepang.Share apabila bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s