SOAL FARMASI DAN JAWABANNYA


1. Fungsi alat-alat di bawah ini

  • Gram balance : untuk menyeimbangkan penimbangan obat dalam kadar gram
  • Milligram balance : untuk menyeimbangkan penimbangan serbuk obat dalam kadar miligram
  • Mortir : tempat pencampuran obat atau menggerus obat dengan kadar yang telah ditentukan
  • Stamper : alat untuk menggerus obat supaya tercampur merata.
  • Waterbath : untuk menghasilkan uap untuk melelehkan basis sediaan padat di mana diletakkan di atas hotplate
  • Panci infus : untuk menyaring kandungan simplisia
  • Sonde : selang untuk memasukkan makanan yang berupa cairan
  • Hotplate : untuk memanaskan zat-zat kimia
  • Desikator : untuk menyerap kelembapan
  • Analytical balance : untuk menimbang obat yang beratnya di bawah 1 gram

2. Fungsi beserta cara kerja

  • Water wheel, fungsi : roda air, analysis atau alat pengukur kualitas air minum, digunakan untuk pengujian antidepresan dalam sel motorik.
  • Analgesikmete, fungsi : alat untuk menghasilkan rangsangan sakit (untuk hewan percobaan).
  • Spektrofotometer, fungsi : alat untuk melakukan spektrofotometri yang merupakan metode analisis yang didasarkan pada absorpsi radiasi elektromagnet untuk menetapkan kuantitas zat yang sangat kecil.
  • HPLC (KCKT), fungsi : metode kromatografi dengan fase gerak berupa cairan dan fase diam berupa cairan atau padatan untuk mengukur kadar suatu zat berdasarkan perbedaan kepolaran.
  • pH meter, fungsi : untuk mengukur tingkat keasaman suatu zat.
  • Potensoimeter, fungsi : suatu cara analisis berdasarkan pengukuran beda potensial sel dari suatu sel alektrokimia atau salah satu metode penentuan kosentrasi zat melalui pengukuran nilai potensial.
  • Lemari asam, fungsi : untuk menyimpan zat yang tingkat keasaman atau kadarnya tinggi (ex : methanol)
  • Autoklaf, fungsi : alat untuk mensterilkan bahan kaca atau karet menggunakan tekanan.
  • LAF (Laminar Air Flow), fungsi : alat ruang yang digunakan untuk kebutuhan ruangan steril menggunakan HEPA Filter sehingga ruangan menjadi klas I (white area).
  • Hardness tester, fungsi : alat untuk mengukur kekerasan tablet.
  • Friability tester, fungsi : alat untuk mengukur kerapuhan tablet.
  • Disintegration tester, fungsi : alat untuk mengukur waktu hancur tablet.
  • Dissolution tester, fungsi : alat untuk mengukur kelarutan tablet.
  • Single punch tablet pres, fungsi : alat untuk mencetak tablet secara manual.
  • High speed mixer, fungsi : pencampuran granulasi basah kering dalam beberapa menit.
  • V-meter, fungsi : alat untuk pencampuran serbuk obat.

3. Definisi obat di bawah ini

  • Obat : suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia.
  • Obat jadi : obat dalam kemasan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan, salep, tablet, pil suppositoria atau bentuk yang mempunyai nama teknis sesuai dengan Farmakope Indonesia atau buku-buku lain yang ditetapkan pemerintah.
  • Obat paten : obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya.
  • Obat baru : obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat maupun tidak, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau kemurniannya
  • Obat standart : obat yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu. Memiliki bioavailability yaitu keseimbangan obat, adanya keamanan, standar potensi yang baik.
  • Obat asli : obat yang didapat langsung dari bahan-bahan alam (Indonesia), terolah secara sederhana atas dasar pengalaman, dan digunakan dalam pengobatan tradisional.
  • Obat generik : obat yang telah habis masa petennya, sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti. Ada dua jenis obat generic, yaitu obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo yang dipasarkan dengan merek kandungan zat aktifnya.
  • Kosmetika : sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin luar), gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetepi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit. (Berdasarkan Permenkes RI No. 445/Menkes/Per/V/1998)
  • Jamu : bahan-bahan dan tumbuh-tumbuhan yang masih berupa bagian-bagian kasar yang dicampur atau tidak dicampur dengan garam-garam yang kemudian akan dibuat infusa. Contoh : jamu anti aphtosa, jam laxantes, jamu anti asthmaticus, jamu diuretica.
  • Obat herbal berstandart : sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah distandarisasi.
  • Fitofarmaka : sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi.

4. Minimal 10 macam sediaan farmasi

  • Pulvis (serbuk) merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian luar.
  • Pulveres merupakan serbuk yang dibagi bobot yang kurang lebih sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum. Contohnya puyer.
  • Pil (pilulae) merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergerus tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.
  • Kaplet (kapsul tablet) merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak, bentuknya oval seperti kapsul.
  • Emulsi (emulsiones) merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase dalam sistem dispersi, fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan lainnya, umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi.
  • Galenik merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang disari.
  • Infusa merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 900C selama 15 menit.
  • Kapsul (capsule) merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Keuntungan atau tujuan sediaan kapsul adalah a. menutupi bau dan rasa yang tidak enak, b. menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari, c. lebih enak dipandang (memperbaiki penampilan), d. dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukkan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar, e. mudah ditelan.
  • Suspensi (suspensiones) merupakan sediaan cair mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair. Macam suspensi antara lain : suspensi oral (juga termasuk susu atau magma), suspensi topikal (penggunaan pada kulit), suspensi tetes telinga (telinga bagian luar), suspensi optalmik, suspensi sirup kering.
  • Tablet (compressi) merupakan sediaan padat kompa dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
  • Ekstrak (extractum) merupakan sediaan yang pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat dari simplisia nabati atau hewani menggunakan zat pelarut yang sesuai. Kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan.
  • Imunoserum (immunosera) merupakan sediaan yang mengandung immunoglobulin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian. Berkhasiat menetralkan toksin kuman (bisa ular) dan mengikat kuman/virus/antigen.
  • Salep (unguenta) merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lender. Salep dapat juga dikatakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogeny dalam dasar salep yang cocok.
  • Larutan (solutiones) merupakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahan-bahanya, cara peracikan, atau penggunaannya, tidak dimasukkan dalam golongan produk lainnya. Dapat juga dikatakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan larutan topikal (kulit).
  • Suppositoria merupakn sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra, umumnya meleleh, melunak, atau melarut pada suhu tubuh. Tujuan penggunaan adalah : a. penggunaan lokal : memudahkan defekasi serta mengobati gatal, iritasi, dan inflamasi karena hemoroid; b. penggunaan sistematik : aminofilin dan teofilin untuk asma, klorpromazin untuk anti muntah, kloral hidrat untuk sedatif dan hipnitif, aspirin untuk analgesik antipiretik.
  • Obat tetes (guttae) merupakan sediaan cair berupa larutan, emulsi atau suspense, dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar. Digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan Farmakope Indonesia. Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain: guttae (obat dalam), guttae oris (tetes mulut), guttae auriculares (tetes telinga), guttae nasales (tetes hidung), guttae opthalmicae (tetes mata).
  • Injeksi (injectiones) merupakan sediaan steril berupa larutan,emulsi, atau suspense atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lender. Tujuannya agar kerja obat cepat serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut.

 

Singkatan dan arti dari kata di bawah ini

  • aa = ana = masing-masing
  • add = addle = tambahkan
  • bdd = bis de die = sehari dua kali
  • C = cochlear = sendok makan 15 ml
  • cp = cochlear pultis = sendok bubur 8 ml
  • cth = cochlear these = sendok the 5 ml
  • dd = de die = setiap hari
  • dtd = denture tales dosis = berikanlah dengan takaran sebanyak itu
  • det = detur = serahkan
  • mf = misca fac = campur atau buatlah
  • S = signa = tanda
  • Pulv = pulvis = serbuk
  • Pulv adsp = pulvis adspersorius = serbuk tabor
  • R/ = recipe= ambilah
  • tdd = ter de die = 3 kali sehari
  • S.u.c = signa usus cognitus = tandai pemakaian diketahui
  • S.u.e = signa usus externus = tandai pemakaian luar
  • prn = pro renata = bila perlu
  • pro = pro = untuk

7. Definisi dari

  • Larutan adalah campuran yang homogen. Larutan merupakan bercampurnya dua macam zat (pelarut dan terlarut). Dalam hal ini penyebaran molekul-molekul kedua zat itu merata dan serba sama (homogen).
  • Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau cairan obat terdispersi dalam cairan pembawa distbilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok. Merupakan sistem dua fase, yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain, dalam bentuk tetesan kecil yang berukuran 0,1 – 100 mm, yang distabilkan dengan emulgator/surfaktan yang cocok.
  • Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Zat yang terdispersi harus halus, tidak boleh cepat mengendap, dan bila dikocok perlahan, endapan harus segera terdispersi kembali.
  • Lotion adalah sediaan cair berupa suspense atau disperse yang digunakan sebagai obat luar dapat berbentuk suspense zat padat dalam serbuk halus dengan bahan pensuspensi yang cocok, emulsi tipe o/w dengan surfaktan yang cocok.
  • Mixture adalah (campuran) larutan yang di dalamnya terdapat lebih dari satu macam zat yang dapat berupa campuran.
  • Cream adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai.
  • Pasta adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topical atau luar, dan konsistensinya lebih praktis dari pada salep.
  • Gel adalah sistem semipadat terdiri dari suspense yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organic yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. Gel adalah seddiaan setengah padat yang terdiri dari suatu disperse yang tersusun baik dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organic yang besar atau saling diserapi cairan.
  • Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin tetapi dapat juga tebuat dari pati atau bahan lain yang sesuai.
  • Suppositoria merupakan suatu sediaan padat yang melebur pada suhu tubuh, yaitu suhu sekitar 300C – 360C, atau sediaan padat yang melarut pada tempat ia digunakan. Suppositoria digunakan melalui rektal yang akan memberikan efek baik secara sistematik atau local. Ovula merupakan suppositoria yang digunakan melalui vagina.  Suppositoria adalah sediaan obat yang berbentuk padat yang diberikan melalui rektal (anus), vagina, atau uretra.
  • Pil (pilulae) merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergerus tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.
  • Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifisikan sebagai tablet atau tablet kompresi. (USP 26, Hal 2406). Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. (FI IV, Hal 4). Tablet adalah sediaan padat kompak dibuat secara kompa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat a tau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.

8. Bagian-bagian resep

  • Incriptio :Berisikan identitas dokter penulis resep, SIP (Surat Ijin Praktek) dokter, alamat dokter, kota, tanggal penulisan resep dan tanda “R/”.
  • Praescriptio: Berisikan inti resep yang terdiri dari : nama obat, bentuk sediaan obat, dosis obat, jumlah obat.
  • Signature: Berisikan petunjuk pemakaian obat, nama pasien, umur pasien, BB (Berat Badan) pasien, alamat pasien.
  • Subscriptio : Berisikan tanda tangan atau paraf dokter.

Bagian-bagian resep menurut SK Menkes RI No. 26/2981 (BAB III, pasal 10)

  1. Nama, Alamat, Nomor Surat Ijin Praktek Dokter (NSIP)
  2. Tanggal penulisan resep
  3. Tanda setiap obat atau komponen obat
  4. Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep
  5. Tanda tangan tau paraf dokter penulisan resep
  6. Tanda seru dan paraf dokter untuk resep yag mengandung obat dengan jumlah melebihi dosis maksimum.

9. Rangkuman UU No. 36 Tahun 2009 tentang Farmasi dan tugasnya

Undang-Undang tentang kesehatan telah mengalami revisi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan pembangunankesehatan.

Undang-Undang di bidang kesehatan yang menjadi aturan utama saat ini adalah Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, yang menggantikan Undang-Undang sebelumnya, yaitu UU No. 23 Tahun 1992.

A. Ketentuan Umum

  • Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonimis.
  • Sumber daya di bidang kesehatan adalah segala bentuk dana, tenaga, perbekalan kesehatan, sediaan farmasi dan alat kesehatan serta fasilitas kesehatan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
  • Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, penngobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
  • Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
  • Pengobatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara obat dan pengobatanya yang mengacu kepada pengalaman dan ketrampilan turun-temurun dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.
  • Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetika.
  • Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan, tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
  • Alat kesehatan adalah instrument, aparatus, mesin, implant yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada manusia dan atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.
  • Praktik kefarmasian yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sedian farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

B. Penjelasan

Pembangunan kesehatan harus memperhatikan berbagai asas, yaitu :

  1. Asas perikamusiaan
  2. Asas keseimbangan
  3. Asas manfaat
  4. Asas perlindungan dan kepastian hukum
  5. Asas penghormatan terhadap hak dan kewajiban
  6. Asas keadilan
  7. Asas gender dan nondiskriminatif
  8. Asas norma agama, yang berarti tidak membedakan agama. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara dan ekonomis.

C. Upaya Kesehatan

1. Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan

Pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan diselenggarakan untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan mutu atau keamanan atau kemanfaatan.

2. Pengamanan Zat Adiktif

Pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif diarahkan agar tidak mengganggu dan membahayakan kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat dan lingkungannya.

3. Pengobatan Tradisional

Pengobatan tradisional merupakan salah satu upaya pengobatan atau perawatan cara lain di luar ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan.

4. Pengamanan Makanan dan Minuman

Pengamanan makanan dan minuman diselenggarakan untuk melindungi masyarakat dari makanan yang tidak memenuhi ketentuan mengenai standar atau persyaratan kesehatan.

Makanan dan minuman yang dikemas wajib diberi tanda atau label :

  1. Nama dagang
  2. Nama jenis makanan
  3. Berat bersih atau netto
  4. Nama dan alamat pabrik yang membuat
  5. Komposisi
  6. Tanggal, bulan dan tahun kadaluarsa
  7. Pencantuman tulisan dan logo halal

D. Sumber Daya Kesehatan

1. Tenaga Kesehatan dan Standar Profesi

  • Tenaga medis (dokter, dokter gigi)
  • Tenaga keperawatan (perawat, bidan, perawat gigi)
  • Tenaga kefarmasian (apoteker, medis farmasi, asisten apoteker)
  • Tenaga kesehatan masyarakat (epidemiologi kesehatan)
  • Tenaga gizi (nutririonis, dietisien)
  • Tenaga kerapian fisik (fisioterapi)
  • Tenaga keteknisan meddis (radiografer)

2. Sarana Kesehatan

  • Upaya peningkatan derajat kesehatan
  • Jumlah dan jenis perbekalan kesehatan
  • Mutu pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia

3. Perbekalan Kesehatan

4. Peran Serta Masyarakat

10. Keuntungan dan kerugian sediaan obat bentuk, serta contohnya

1. Tablet

Keuntungan :

  • Lebih mudah disimpan.
  • Memiliki usia pakai yang lebih panjang disbanding obat bentuk lainnya.
  • Bentuk obatnya lebih praktis.
  • Kosentrasi yang bervariasi.
  • Dapat dibuat tablet kunyah dengan bahan mentol dan gliserin yang dapat larut dan rasa yang enak, di mana dapat diminum, atau memisah di mulut.
  • Untuk anak-anak dan orang-orang secara kejiwaan, tidak mungkin menelan tablet, maka tablet tersebut dapat ditambahkan penghancur, dan pembasah dengan air leih dahulu untuk pengolahannya.
  • Tablet oral mungkin mudah digunakan untuk pengobatan tersendiri dengan bantuan segelas air.
  • Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal ditenggorokan, terutama bila tersalut yang memungkinkan pecah/hancurnya tablet tidak segera terjadi.
  • Tablet merupakan bentuk sediaan yang ongkos pembuatannya paling rendah.
  • Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh dan menawarkan kemampuan yang terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kendungan yang paling lemah.
  • Secara umum, bentuk pengobatan dengan menggunakan tablet lebih disukai karena bersih, praktis dan efisien.
  • Sifat alamiah dari tablet yaitu tidak dapat dipisahkan, kualitas bagus dan dapat dibawa kemana-mana, bentuknya kompak, fleksibel dan mudah pemberiannya.
  • Tablet tidak menngandung alkohol.
  • Tablet dapat dibuat dalam berbagai dosis.

Kekurangan :

  • Warnanya cendurung memberikan bahaya.
  • Tablet dan semua obat harus disimpan di luar jangkauan anak-anak untuk menjaga kesalahan karena menurut mereka tablet tersebut adalah permen.
  • Orang yang sukar menelan atau meminum obat.
  • Keinginan konsumen beda dengan yang kita buat/produk.
  • Beberapa obat tidak dapat dikepek menjadi padat dan kompak.

2. Sirup

Keuntungan :

  • Sesuai untuk pasien yang sulit menelan (pasien usia lanjut, parsikon, anak-anak).
  • Dapat meningkatkan kepatuhan minum obat terutama pada anak-anak karena rasanya lebih enak dan warna lebih menarik.
  • Sesuai untuk obat yang bersifat sangat higrokopis, deliquescent.

Kekurangan :

  • Tidak semua obat ada di pasaran bentuk sediaan sirup.
  • Sediaan sirup jarang yang isinya zat tunggal, pada umumnya campuran/kombinasi beberapa zat berkhasiat yang kadang-kadang sebetulnya tidak dibutuhkan pasien tersebut. Sehingga dokter anak lebih menyukai membuat resep puyer racikan individu untuk pasien tersebut.
  • Tidak sesuai bahan obat yang rasanya tidak enak misal sangat pahit (sebaiknya dibuat kapsul), rasanya asin (biasanya dibentuk tablet effervescent).
  • Tidak bisa untuk sediaan yang sukar larut dalam air (biasanya dibuat suspensi atau eliksir). Eliksir kurang disukai oleh dokter anak karena mengandung alkohol, suspensi stabilitasnya lebih rendah tergantung formulasi dan suspending egent yang digunakan.
  • Tidak bisa untuk bahan obat yang berbentuk minyak (oily, biasanya dibentuk emulsi yang mana stabilitas emulsi juga lebih rendah dan tergantung formulasi serta emulsifying agent yang digunakan).
  • Tidak sesuai untuk bahan obat yang tidak stabil setelah dilarutkan (biasanya dibuat sirup kering yang memerlukan formulasi khusus, berbentuk granul, stabilitas setelah dilarutkan hanya beberapa hari).
  • Harga relatif mahal karena memerlukan formula khusus dan kemasan yang khusus pula.

3. Suppositoria

Keuntungan :

  • Absorpsinya cepat
  • Dapat menghindari kerusakan obat oleh enzim pencernaan dan oleh asam lambung.
  • Tidak mengalami metabolism linta pertama (First Pas Effect).
  • Dapat digunakan oleh orang yang sedang bermasalah dengan tenggorokannya.
  • Dapat digunakan oleh orang yang sedang muntah atau oang yang tak sadarkan diri.
  • Dapat menghindari terjadinya iritasi pada lambung.
  • Dapat menghindari kerusakan obat oleh enzim pencernaan.
  • Obat dapat masuk langsung saluran darah dan berakibat obat dapat member efek lebih cepat dari pada penggunaan obat per oral.
  • Baik bagi pasien yang mudah muntah atau tidak.
  • Bentuknya seperti torpedo mengunt sadarungkan karena suppositoria akan tertarik masuk dengan sendirinya bila bagian yang besar masuk melalui otot penutup dubur.

Bisa mengobati secara bertahap. Kalau misal obat menimbulkan kejang, atau panas reaksinya lebih cepat, dapat memberikan efek lokal dan sistemik. Contoh : memberikan efek lokal dulcolax untuk meningkatkan defeksasi.

Kekurangan :

  • Tidak menyenangkan pengguna.
  • Absorpsi obat sering tidak teratur dan sedikit diramalkan.

Sakit tidak nyaman daya fiksasi lebih lama dari pada IV. Kalau pemasangan obat tidak benar, obat akan keluar lagi. Tidak boleh diberikan pada pasien yang mengalami pembedahan rekrtal.

Sediaan Obat Keuntungan Kerugian
Tablet Lebih mudah disimpan

Memiliki usia yang lebih panjang disbanding obat bentuk lainnya

Bentuk obatnya lebih praktis

Kosentrasi yang bervariasi

Tablet tidak mengandung alcohol

Tablet tidak dibuat dalam berbagai dosisWarnanya cenderung memberikan bahaya

Orang yang sukar menelan atau meminum obat

Keinginan konsumen beda dengan yang kita buat atau produksi

Beberapa obat tidak dapat dikepek menjadi padat dan kompakSirupSesuai untuk pasien yang sulit menelan (pasien usia lanjut, parkison, anak-anak)

Meningkatkan kepatuhan minum obat bagi anak-anak karena rasanya lebih enak dan warna lebih menarik

Sesuai untuk obat yang bersifar sangat higroskopis, deliquescent.Tidak semua obat yang ada di pasaran berbentuk sirup

Sediaan sirup jarang yang isinya zat tunggal

Tidak sesuai bahan obat yang rasanya tidak enak, misal sangat pahit (sebaiknya dibuat kapsul), rasanya asin (tablet effervescent)SuppositoriaBisa mengobati secara bertahap

–          Kalau misal obat menimbulkan kejang, atau panas, reaksinya lebih cepat dapat memberikan efek local dan sistematik.

Contoh : memberikan efek local dulcolax untuk meningkatkan defeksasi.Sakit tidak nyaman daya fiksasi lebih lama daripada IV

Kalau pemasangan obat tidak benar, obat akan keluar lagi

Tidak boleh diberikan pada pasien yang mengalami pembedahan rectal.

11. Beri contoh dan jelaskan perbedaan dari :

  1. Obat narkotika golongan I : tidak digunakan dalam terapi, tapi hanya digunakan untuk ilmu pengetahuan. Potensi ketergantungan sangat tinggi. Contoh : tanaman Papaver somniferium (opium), koka, ganja, dan heroin.
  2. Obat narkotika golongan II : dapat digunakan dalam terapi dan ilmu pengetahuan. Potensi ketergantungan sangat tinggi. Contoh : metadon, morfin, opium, petidin.
  3. Obat narkotika golongan III : banyak digunakan dalam terapi dan ilmu pengetahuan. Potensi ketergantungan ringan. Contoh : kodein.

13. Berilah contoh minimal 5 macam jenis obat di bawah ini :

1. Obat bebas

Contohya : Obat Batuk Hitam, Obat Batuk Putih, Tablet Parecetamol, Minyak Kayu Putih, Tablet Vitamin C, Paracetamol, Aspirin, Promethazine, Guafenesin, Bromhexin HCL, Chlorpheniramine maleate (CTM), Dextromethorphan, Zn Sulfate, Proliver, Tripid, Gasflat, Librozym (penyebutan merk dagang, karena obat tersebut dalam kombinasi).

2. Obat bebas terbatas (Daftar W/Daftar P)

Contohnya : Antimo, Decolgen, Vicks Formula 44 DT Gargarisma Kan, Tinctura Jodii, Neo ultrasiline, Sigaret astma, Sulfanilamide steril, Anusol suppositoria, Theophiline, Allerin, Pseudoefedrin HCL, Tilomix, Tremenza, Bodrex extra, Lactobion, Antasida plus, Dexanta, asam acetylsalisil, Asmadex, ephedrin HCL, Dextromethorphan dll (penyebutan merk karena obat kombinasi).

3. Obat keras

Contohnya : Diazepam, Phenobarbital, Antibiotik, Antihistaminik antibiotika dan obat-obat berisi hormone (obat anti diabetes, obat untuk gangguan jantung, obat anti kanker, obat untuk pembesaran kelenjar tiroid, obat gangguan pertumbuhan, dsb), obat anti depressan (seperti : chlorpromazine, haloperidol), Loratadine, Pseudoefedrin, Bromhexin HCL, Alprazolam, Clobazam, Chlordiazepokside, Amitriptyline, Lorazepam, Nitrazepam, Midazolam, Estrazolam, Fluoxetine, Sertraline HCL, Carbamazepin, Haloperidol, phenytoin, Levodopa, Benzeraside, Ibuprofen, Ketoprofen dll.

Di dalam Obat Bebas Terbatas terdapat peraturan-peraturan, sebutkan ini dari peraturan tersebut dan berikan contoh kemasan pada masing-masing peraturan tersebut

  1. P1 : Awas! Obat Keras! Baca aturan pakai. Contoh : Paramex
  2. P2 : Awas! Obat Keras! Hanya untuk kumur. Jangan ditelan. Contoh : Listerine, Betadine gargle.
  3. P3 : Awas! Obat Keras! Hanya untuk bagian luar badan. Contoh : Betadin.
  4. P4 : Awas! Obat Keras! Hanya untuk dibakar.
  5. P5 : Awas! Obat Keras! Tidak boleh ditelan. Contoh : Nebacetin powder.
  6. P6 : Awas! Obat Keras! Obat wasir, tidak ditelan. Contoh : Anusol suppositoria.

FORMULARIUM RUMAH SAKIT


FORMULARIUM

FORMULARIUM

  1. Definisi Formularium Rumah Sakit

Formularium adalah himpunan obat yang diterima/ disetujui oleh Panitia farmasi dan Terapi untuk digunakan di RS pada batas waktu tertentu. Formularium adalah dokumen yang selalu diperbaharui secara terus menerus, yang berisi sediaan-sediaan obat yang terpilih dan informasi tambahan penting lainnya yang merefleksikan pertimbangan klinik mutakhir staf medik rumah sakit.

Formularium rumah sakit merupakan penerapan konsep obat esensial di rumah sakit yang berisi daftar obat dan informasi penggunaannya. Obat yang termasuk dalam daftar formularium merupakan obat pilihan utama (drug of choice) dan obat-obat alternatifnya. Dasar-dasar pemilihan obat-obat alternative tetap harus mengindahkan prinsip manajemen dan criteria mayor yaitu berdasarkan pada : pola penyakit yang berkembang didaerah tersebut, efficacy, efektivitas, keamanan, kualitas, biaya, dan dapat dikelola oleh sumber daya dan keuangan rumah sakit .

Seleksi obat yang tepat melalui sistem formularium rumah sakit, banyak keuntungan yang didapat antara lain meningkatkan mutu terapi obat, dan menurunkan kejadian efek samping obat. Formularium juga meningkatkan efisiensi pengadaan, pengelolaan obat serta meningkatkan efisiensi pengadaan, pengelolaan obat serta meningkatkan efisiensi dalam manajemen persediaan, sehingga pada akhirnya akan menurunkan biaya pelayanan kesehatan secara keseluruhan 

  1. Format Formularium

Format formularium harus menarik, mudah dibaca, berpenampilan bersih dan profesional, dengan tata bahasa yang baik. Umumnya terdiri atas:

  1. Judul
  2. Nama dan gelar KFT
  3. Daftar isi
  4. Informasi tentang prosedur dan kebijakan rumah sakit tentang obat
  5. Sediaan yang diterima di rumah sakit mencakup daftar obat yang ditambah atau ditiadakan sejak edisi terakhir.

Buku formularium harus didistribusikan dan disosialisasikan kepada semua staf medik rumah sakit, termasuk pimpinan rumah sakit, komite rumah sakit. Komposisi Formularium : Halaman judul, Daftar anggota PFT, Daftar isi, Informasi tentang kebijakan & prosedur, Produk yang diterima, lampiran.

 

  1. Isi Formularium

Isi formularium meliputi :

  1. Informasi umum prosedur dan kebijakan rumah sakit tentang obat yang meliputi:
  2. Prosedur dan kebijakan formularium termasuk penggunaan obat dan prosedur untuk menambah obat baru dalam formularium.
  3. Uraian singkat tentang tim farmasi dan terapi termasuk anggota-anggotanya, tanggung jawab dan kegiatannya.
  4. Peraturan rumah sakit tentang penulisan resep, peracikan dan pemberian obat mencakup penulisan order obat, singkatan, prosedur dan kebijakan tentang kesetaraan generik dan terapetik, penghentian obat secara otomatis, order obat secara lisan, penggunaan obat sendiri oleh penderita, obat sendiri yang dibawa sendiri dari rumah, dan lain sebagainya.
  5. Prosedur pelayanan kefarmasian, misalnya jam kerja IFRS (Instalasi Farmasi Rumah Sakit), kebijakan pemberian obat untuk penderita rawat jalan, kebijakan harga obat, prosedur distribusi, obat untuk rawat inap dan lain-lain.
  6. Daftar Sediaan Obat

Daftar sediaan obat dipilih oleh staf medik dan Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Daftar obat yang dimasukkan ke dalam formularium dapat disusun berdasarkan abjad, menurut nama-nama generik obat, penggolongan terapi atau kombinasi keduanya.

Informasi pada tiap-tiap obat meliputi nama, generik obat dan zat aktif utamanya (nama umum maupun nama dagang), cara penggunaan obat, bentuk sediaan, kekuatan, kemasan, dan ukuran jumlah dalam kemasan, formulasi sediaan jika diperlukan. Informasi tambahan, meliputi rentang dosis bagi dewasa atau anak-anak, informasi biaya.

  1. Informasi Khusus

Meliputi daftar produk nutrisi, tabel kesetaraan dosis dari obat-obat yang mirip dengan obat kortikosteroid, formula nutrisi parenteral baku, pedoman perhitungan dosis bagi anak-anak, komposisi, tabel kandungan natrium dari sediaan obat, daftar sediaan obat bebas gula, isi kotak obat darurat, informasi pemantauan dan penetapan kadar secara farmakokinetik, formulir untuk permintaan obat nonformularium, formulir pelaporan reaksi obat merugikan, tabel interaksi obat, informasi pengendalian keracunan, pembawa baku atau pengencer untuk injeksi, komposisi elektrolit untuk sediaan parenteral volume besar.

 

D.Pedoman Penggunaan Formularium

Pedoman penggunaan formularium meliputi

  1. Membuat kesepakatan antara staf medis dari berbagai disiplin ilmu dengan Panitia Farmasi dan Terapi dalam menentukan kerangka mengenai tujuan, organisasi, fungsi dan ruang lingkup. Staf medis harus mendukung sistem formularium yang diusulkan oleh Panitia Farmasi dan Terapi.
  2. Staf medis harus dapat menyesuaikan sistem yang berlaku dengan kebutuhan tiap-tiap institusi.
  3. Staf medis harus menerima kebijakan-kebijakan dan prosedur yang ditulis oleh Panitia Farmasi dan Terapi untuk menguasai sistem formularium yang dikembangkan oleh Panitia Farmasi dan Terapi.
  4. Nama obat yang tercantum dalam formularium adalah nama generik.
  5. Membatasi jumlah produk obat yang secara rutin harus tersedia di Instalasi Farmasi.
  6. Membuat prosedur yang mengatur pendistribusian obat generik yang efek terapinya sama, seperti :

 

  1. Apoteker bertanggung jawab untuk menentukan jenis obat generik yang sama untuk disalurkan kepada dokter sesuai produk asli yang diminta.
  2. Dokter yang mempunyai pilihan terhadap obat paten tertentu harus didasarkan pada pertimbangan farmakologi dan terapi.
  3. Apoteker bertanggung jawab terhadap kualitas, kuantitas, dan sumber obat dari sediaan kimia, biologi dan sediaan farmasi yang digunakan oleh dokter untuk mendiagnosa dan mengobati pasien

 

  1. Prinsip Penerapan Formularium

Formularium harus direvisi secara periodic sehingga dapat merefleksikan penilaian terkini para staf medic. Penerapan formularim harus mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut (www.andayana.wordpress.com):

  1. Obat harus diseleksi atas dasar kebutuhan komunitas dan obat-obatan tersebut harus dapat mengatasi pola penyakit dan kondisi daerah tersebut.
  2. Obat yang dipilih adalah drug of choice
  3. Daftar formularium harus memiliki jumlah oabat yang terbatas. Hanya obat-obatan yang diperlukan yang dapat disediakan di rumah sakit. Duplikasi obat dengan khasiat terapetik sama tidak boleh terjadi.
  4. Penggunaan produk obat kombinasi hanya untuk kasus tertentu, misalnya TB.
  5. Obat-obat yang tidak cukup bukti tentang khasiat, keamanan dan kualitas, serta tidakcost effective perlu  dievaluasi dan dihapus bila telah ada alternative obat yang lebih dapat diterima.

Formularium merupakan sarana yang digunakan oleh dokter dalam pola pengobatan, oleh karena itu formularium harus lengkap, ringkas dan mudah digunakan. Formularium sangat diperlukan di rumah sakit karena dapat digunakan sebagai dasar pedoman perencanaan obat bagi manajemen dan sebagai sebagai pedoman perencanaan obat bagi dokter dalam melakukan peresepan di rumah sakit. Prinsip pengelolaan sistem formularium terdiri atas tiga bagian yaitu :

  1. Evaluasi Penggunaan Obat, adalah suatu proses yang dilaksanakan terus-menerus dan terstruktur yang diakui oleh rumah sakit dan ditujukan untuk menjamin bahwa obat digunakan secara tepat, aman dan efektif.
  2. Pemeliharaan Formularium
  3. Pengkajian golongan terapi obat. Pengkajian ulang dilakukan setiap tahun oleh Tim Farmasi dan Terapi, bertujuan agar formularium dapat memberikan informasi yang selalu mutakhir. Kriteria pengkajian meliputi kemanfaatan, toksisitas, perbedaan harga dari antara golongan obat yang sama, laporan reaksi obat yang merugikan, informasi baru tentang suatu obat dari penelitian atau pustaka medik mutakhir, dan penghapusan golongan obat. Hasil pengkajian golongan terapi obat dapat menjadi masukan bagi pengembangan kriteria penggunaan obat baru, dan perubahan formularium.
  4. Penambahan atau penghapusan monografi obat formularium, yang disampaikan oleh apoteker atau dokter dalam bentuk formulir permohonan perubahan formularium, disertai laporan evaluasi obat, dan data mengenai pengaruh obat yang diusulkan terhadap mutu dan biaya perawatan penderita.
  5. Penggunaan obat nonformularium untuk penderita khusus. Kebijakan dan prosedur penggunaan obat-obat nonformularium perlu ditetapkan oleh Tim Farmasi dan Terapi dan perlu pengkajian tentang kecenderungan penggunaan obat nonformularium di rumah sakit, yang akan mempengaruhi keputusan penambahan atau penghapusan obat formularium.
  6. Seleksi sediaan obat, mencakup konsep kesetaraan terapi yang terdiri dari subsitusi generik dan pertukaran terapi. Subsitusi generik adalah obat yang mengandung zat aktif sama dan mempunyai bentuk, konsentrasi, kekuatan dan rute pemberian yang sama, tetapi dapat menghasilkan respon farmakologi yang berbeda, sedangkan pertukaran terapi adalah obat-obat dengan kandungan zat aktif berbeda tetapi dapat menghasilkan respon farmakologi yang sama.

 

  1. Evaluasi Obat Untuk Formularium

Evaluasi obat untuk formularium terdiri atas nama generik, nama dagang, sumber pemasok obat, penggolongan farmakologi, indikasi terapi, bentuk sediaan, daya ketersediaan hayati, dan data farmakokinetik, rentang dosis dari berbagai rute pemberian, efek samping dan toksisitas, perhatian khusus, keuntungan dan kerugian, serta rekomendasi.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka dapat diberikan rekomendasi tentang obat dengan kategori sebagai berikut :

  1. Kategori tidak dikendalikan, yaitu obat yang dapat digunakan oleh semua staf medik.
  2. Kategori dipantau, yaitu obat yang dapat digunakan oleh semua staf medik, tetapi penggunaanya dipantau oleh IFRS.
  3. Kategori terbatas, yaitu obat yang dapat digunakan oleh staf-staf medik tertentu atau oleh departemen tertentu.
  4. Kategori bersyarat, yaitu obat yang dapat digunakan oleh semua staf medik pada periode tertentu.
  5. Ketegori dihapus, yaitu obat yang dihapus dari formularium yang ada.

 

  1. Keuntungan Memakai Sistem Formularium

Sistem formularium yang dikelola dengan baik memberikan tiga keuntungan bagi rumah sakit, antara lain :

  • Merupakan pendidikan terapi obat yang tepat bagi staf medik.
  • Memberikan manfaat dalam pengurangan biaya dengan sistem pembelian dan pengendalian persediaan yang efisien.
  • Pembatasan jumlah obat dan produk obat yang secara teratur tersedia di apotek akan memberikan keuntungan bagi pelayanan penderita dan keuntungan secara ekonomi
  • Membantu menyakinkan mutu dan ketepatan penggunaan obat dalam rumah sakit

 

 

 

 

 

 

HINDARI SIMPAN GULA DI TEMPAT BEKAS KALENG SUSU dan KALENG SEJENIS


kaleng susu

Hindari menggunakan kaleng bekas untuk menyimpan gula :

Gula mempunyai sifat oksidasi yang kuat sehingga mudah menjadikan kaleng yang digunakan sebagai wadah menjadikan berkarat, karat merupakan katalis yang baik untul clostridium tetani  penyebab tetanus, bila luka lambung terkontaminasi clostridium tetani maka bisa menyebabkan tetanus yang potensial, dan secara tidak disadari

mari kita simak dengan cernat antara karat, tetanus,

Karat merupakan hasil korosi, yaitu oksidasi suatu logam. Besi yang mengalami korosi membentuk karat dengan rumus Fe2O3.xH2O. Korosi atau proses pengaratan merupakan proses elektro kimia. Pada proses pengaratan, besi (Fe) bertindak sebagai pereduksi dan oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi. Persamaan reaksi pembentukan karat sebagai berikut:

Anode: Fe(s) → Fe2+(aq) ) 2e
Katode: O2(g) + 4H+(aq) + 4e → 2H2O(l)

Besi atau logam yang berkarat bersifat rapuh, mudah larut, dan bercampur dengan logam lain, serta bersifat racun. Hal ini tentu berbahaya dan merugikan. Jika berkarat, besi yang digunakan sebagai pondasi alau penyangga jembatan menjadi rapuh sehingga mudah ambruk. Alat-alat produksi dalam industri makanan dan farmasi tidak boleh menggunakan menggunakan logam yang mudah berkarat. Hal ini disebabkan karat yang terbentuk mudah larut dalam makanan, obat-obatan, atau senyawa kimia yang diproduksi. Oleh sebab itu, untuk kepentingan industri biasanya menggunakan peralatan stainless yang antikarat.

Gula mempunyai sifat oksidasi yang kuat sehingga mudah menjadikan kaleng yang digunakan sebagai wadah menjadikan berkarat, karat merupakan katalis yang baik untul clostridium tetani  penyebab tetanus, bila luka lambung terkontaminasi clostridium tetani maka bisa menyebabkan tetanus yang potensial, dan secara tidak disadari

Tetanus yang juga dikenal dengan lockjaw , merupakan penyakit yang disebakan oleh tetanospasmin, yaitu sejenis neurotoksin yang diproduksi oleh Clostridium tetani yang menginfeksi sistem urat saraf dan otot sehingga saraf dan otot menjadi kaku (rigid).Kitasato merupakan orang pertama yang berhasil mengisolasi organisme dari korban manusia yang terkena tetanus dan juga melaporkan bahwa toksinnya dapat dinetralisasi dengan antibodi yang spesifik.[1] Kata tetanus diambil dari bahasa Yunani yaitu tetanos dari teinein yang berarti menegang. Penyakit ini adalah penyakit infeksi di saat spasme otot tonik dan hiperrefleksia menyebabkan trismus (lockjaw), spasme otot umum, melengkungnya punggung (opistotonus), spasme glotal, kejang, dan paralisis pernapasan

Karakteristik Clostridium tetani

Clostridium tetani

C. tetani termasuk dalam bakteri Gram positif, anaerob obligat, dapat membentuk spora, dan berbentuk drumstick.Spora yang dibentuk oleh C. tetani ini sangat resisten terhadap panas dan antiseptik. dapat tahan walaupun telah diautoklaf (1210C, 10-15 menit) dan juga resisten terhadap fenol dan agen kimia lainnya. Bakteri Clostridium tetani ini banyak ditemukan di tanah, kotoran manusia dan hewan peliharaan dan di daerah pertanian. Umumnya, spora bakteri ini terdistribusi pada tanah dan saluran penceranaan serta feses dari kuda, domba, anjing, kucing, tikus, babi, dan ayam. Ketika bakteri tersebut berada di dalam tubuh, ia akan menghasilkan neurotoksin (sejenis protein yang bertindak sebagai racun yang menyerang bagian sistem saraf). C. tetani menghasilkan dua buah eksotoksin, yaitu tetanolysin dan tetanospasmin. Fungsi dari tetanoysin tidak diketahui dengan pasti, namun juga dapat memengaruhi tetanus.Tetanospasmin merupakan toksin yang cukup kuat.

Patogenesis dan patofisiologi

Tetanus disebabkan neurotoksin (tetanospasmin) dari bakteri Gram positif anaerob, Clostridium tetani, dengan mula-mula 1 hingga 2 minggu setelah inokulasi bentuk spora ke dalam darah tubuh yang mengalami cedera (periode inkubasi).Penyakit ini merupakan 1 dari 4 penyakit penting yang manifestasi klinis utamanya adalah hasil dari pengaruh kekuatan eksotoksin (tetanus, gas ganggren, dipteri, botulisme).Tempat masuknya kuman penyakit ini bisa berupa luka yang dalam yang berhubungan dengan kerusakan jaringan lokal, tertanamnya benda asing atau sepsis dengan kontaminasi tanah, lecet yang dangkal dan kecil atau luka geser yang terkontaminasi tanah, trauma pada jari tangan atau jari kaki yang berhubungan dengan patah tulang jari dan luka pada pembedahan.[5]

Pada keadaan anaerobik, spora bakteri ini akan bergerminasi menjadi sel vegetatif.Selanjutnya, toksin akan diproduksi dan menyebar ke seluruh bagian tubuh melalui peredaran darah dan sistem limpa.Toksin tersebut akan beraktivitas pada tempat-tempat tertentu seperti pusat sistem saraf termasuk otak. Gejala kronis yang ditimbulkan dari toksin tersebut adalah dengan memblok pelepasan dari neurotransmiter sehingga terjadi kontraksi otot yang tidak terkontrol.Akibat dari tetanus adalah rigid paralysis (kehilangan kemampuan untuk bergerak) pada voluntary muscles (otot yang geraknya dapat dikontrol), sering disebut lockjaw karena biasanya pertama kali muncul pada otot rahang dan wajah.Kematian biasanya disebabkan oleh kegagalan pernapasan dan rasio kematian sangatlah tinggi

Pengobatan

Untuk menetralisir racun, diberikan immunoglobulin tetanus. Antibiotik tetrasiklin dan penisilin diberikan untuk mencegah pembentukan racun lebih lanjut, supaya racun yang ada mati.

Obat lainnya bisa diberikan untuk menenangkan penderita, mengendalikan kejang dan mengendurkan otot-otot. Penderita biasanya dirawat di rumah sakit dan ditempatkan dalam ruangan yang tenang.Untuk infeksi menengah sampai berat, mungkin perlu dipasang ventilator untuk membantu pernapasan.

Makanan diberikan melalui infus atau selang nasogastrik. Untuk membuang kotoran, dipasang kateter. Penderita sebaiknya berbaring bergantian miring ke kiri atau ke kanan dan dipaksa untuk batuk guna mencegah terjadinya pneumonia.

Untuk mengurangi nyeri diberikan kodein. Obat lainnya bisa diberikan untuk mengendalikan tekanan darah dan denyut jantung. Setelah sembuh, harus diberikan vaksinasi lengkap karena infeksi tetanus tidak memberikan kekebalan terhadap infeksi berikutnya.

Prognosis

Tetanus memiliki angka kematian sampai 50%.[2] Kematian biasanya terjadi pada penderita yang sangat muda, sangat tua dan pemakai obat suntik.Jika gejalanya memburuk dengan segera atau jika pengobatan tertunda maka prognosisnya akan menjadi buruk.

Pencegahan

Mencegah tetanus melalui vaksinasi adalah jauh lebih baik daripada mengobatinya. Pada anak-anak, vaksin tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus). Bagi yang sudah dewasa sebaiknya menerima booster.

Pada seseorang yang memiliki luka, jika

  1. Telah menerima booster tetanus dalam waktu 5 tahun terakhir, tidak perlu menjalani vaksinasi lebih lanjut
  2. Belum pernah menerima booster dalam waktu 5 tahun terakhir, segera diberikan vaksinasi
  3. Belum pernah menjalani vaksinasi atau vaksinasinya tidak lengkap, diberikan suntikan immunoglobulin tetanus dan suntikan pertama dari vaksinasi 3 bulanan.

Setiap luka (terutama luka tusukan yang dalam) harus dibersihkan secara seksama karena kotoran dan jaringan mati akan mempermudah pertumbuhan bakteri Clostridium tetani.Bagi orang yang rentan terhadap luka (luka tertutup, misalnya tertusuk paku dan bukannya luka terbuka yang mengeluarkan darah mengalir) perlu dilakukan vaksinasi toksoid

ANDA TERHINDAR DARI KOLESTEROL DAN ASAM URAT DIABETES DAN PENYAKIT DARAH LAINNYA dengan FLUSHING GINJAL.


ginjal
Flushing ginjal

Ginjal adalah organ manusia yang sangat penting merupakan filter terakhir toxin pada manusia,
Sering tidak diperhatikan fungsi ginjal sangat banyak diantaranya membersihkan darah, penstabil asam basa , antibiotik , anti virus , anti diabetes, menyaring platelet, as urat, trigliserida, kolesterol dll lebih jelas (baca di www.andayana.wordpress.com/fungsi-ginjal)

Cara membersihkan ginjal adalah sbb:

Pagi jam 5-6 setelah sholat shubuh 2 buah air kelapa muda kelapanya jangan makan

Jam 6 – 7 Air jeruk nipis 1 buah boleh dicampur madu atau gula dalam segelas air putih hangat

Jam 7 pagi hingga jam 7 malam 3 liter RO water salah satu nama dagangnya Amidis ( 2 btl besar atau 5 btl kecil)

1 1/2 botol diminum langsung
1/2 botol ditambah dg 50 g daun seledri di lumat atau diblender minum dibagi 3 waktu

Lakukan seminggu sekali minimal 4 x (4 minggu)

Jika kolesterol atau as. urat tinggi minimal 5 x

Setelah itu lakukan sebulan sekali untuk maintenance. Jika kurang jelas inbox atau hubungi Line atau BBM

mohon di shared semoga bermanfaat

Pembuka Rezeki


sholat

Saya selalu merasa sangat beruntung telah mendapatkan petuah ini dari ayah saya ustad H. Suhud, yang selalu dia ingatkan lagi berulang-ulang kepada saya di setiap perbincangan kami pertelphone…. (maklum beliau di Pasuruan.. sementara saya di Jakarta).

“Anakku.. sehebat apapun karir dan bisnismu..
Kamu tidak akan pernah bisa membeli sorga dengan semua itu…
Karena sorga hanya bisa kau dapatkan dengan rahmat (belas kasih) Allah SWT..

Anakku.. Kamu hanya perlu berkomitmen penuh atas 4 jaminanmu seperti yang selalu kamu ucapkan dalam doa iftitah di awal shalatmu.. (“inilah shalatku ya Allah, inilah ibadahku, inilah hidupku.. dan inilah matiku ya Allah.. semua itu hanya untuk Mu Tuhan penguasa Alam”).. Artinya, Kamu sendiri yang meminta Tuhanmu untuk mengevaluasi 4 hal tersebut. Apa betul 4 hal jaminan tersebut benar-benar kita upayakan untuk Nya.

Sehingga upayamu untuk meminta sorgamu seperti yang selalu kamu pinta dalam 3 ayat terakhir Al Fatihah disetiap shalatmu akan di aamiin-kan oleh seluruh malaikatNya.. (“Ya Allah.. hanya kepadaMu aku menyembah.. dan hanya kepadaMu pula aku meminta.. Tunjukkan jalan yang benar bagiku ya Allah.. yaitu jalan bagi orang yang Kau muliakan dengan nikmatMu (di sorgaMu).. dan bukan jalan bagi orang-orang sesat dan Kau murkai (di nerakaMu)..

Jadikan semua upayamu membangun karir dan kesuksesan sebagai jalanmu menggapai sorga. Sehingga semua hambatan dan tantangan yang kamu hadapi akan mendapatkan semua kemudahan yang kamu butuhkan dengan khusyuk meminta kepada Tuhanmu di penghujung shalatmu. Ucapkan permohonanmu dengan khidmat..

Rabbighfirlii : “Ampuni aku ya Allah”
(karena aku masih jauh dari perintah Mu)

warhamnii : “Kasihani aku ya Allah”
(walaupun aku masih belum bisa mendahulukan Mu atas semua urusanku)

wajburnii : “Tutupi aibku ya Allah”
(agar orang-orang tidak membesar-besarkan kelemahanku)

warfa’nii : “Tinggikan derajatku ya Allah”
(agar orang-orang tidak memandang rendah diriku)

warzuqnii : “Mudahkan rezekiku ya Allah”
(walaupun aku belum pandai menafkahkan hartaku di jalanmu)

wahdinii : “Bimbing aku ya Allah”
(agar aku senantiasa berada di jalan yang lurus menuju sorgamu dan tidak tersesat menuju kejatuhanku)

wa’aafinii : “Sehatkan aku ya Allah”
(karena aku tidak pernah sanggup menahan pedihnya sakit yang engkau turunkan kepadaku)

wa’fuanii : “Maafkan aku ya Allah”
(kalau semua permintaanku ini belum sebanding dengan semua ibadah dan imanku kepada Mu)

Oleh karena itu anakku, khusyukkan shalatmu dengan berusaha keras semampumu untuk mengerti arti dan memahami semua dialog di dalam shalatmu.. ucapkanlah semuanya dengan santun dan penuh hormat.. karena sesungguhnya saat itu kamu sedang mendapatkan kehormatan untuk berhadapan dan berbicara langsung dengan Tuhanmu tanpa perantara siapapun.. disaksikan oleh seluruh malaikatNya..

Sampaikan pujianmu sebaik yang engkau bisa berikan ketika Ruku “Maha suci Engkau ya Allah, lagi maha agung Engkau. Untuk itulah aku memujimu ya Allah”.

Begitu juga saat sujud.. berikan sujud terbaik yang engkau bisa persembahkan.. Sampaikan pujianmu sebaik yang engkau bisa berikan saat itu.. “Maha suci Engkau ya Allah.. lagi maha tinggi Engkau.. Untuk itulah aku memujiMu ya Allah “.

Khusyukkan ruku’mu.. khusyukkan sujudmu.. lakukan sebaik yang engkau bisa persembahkan saat itu.. karena saat itulah Dia akan perintahkan seluruh malaikatNya untuk mengamini semua doamu.. ucapkan dengan sepenuh hatimu.. dengan sebaik yang engkau bisa lakukan..

Khusukkan doamu diantara dua sujud.. karena itu permohonanmu atas kebaikan dunia akhiratmu.. bagaimana kamu berharap Allah akan mengabulkan semua permintaanmu.. kalau kamu melakukannya dengan cara yang tidak patut..

Oleh karena itu, selalu jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.. sabar untuk tidak pernah menyerah dalam menebar kebaikan bagi orang-orang disekelilingmu.. semampumu.. dan shalatlah yang khusyuk untuk mendapatkan kemudahan dari Allah SWT dengan semua rahmat yang akan Dia turunkan dalam upayamu untuk meraih kebaikan dunia dan akhiratmu..

Anakku.. kamu tidak perlu ragu akan janji Allah, karena dia bukan zat lemah yang mudah mengingkari apa yang sudah dijanjikan.. Allah sendiri yang menggaransinya dalam Al Baqarah 186 yang berbunyi “. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi segala perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran..’

Begitu juga dengan janji Allah kepada kita semua dalam Al Quran 65:2-3 “… Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan selalu menyediakan jalan keluar (dari setiap masalah) baginya. Dan Allah akan selalu memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan selalu mencukupkan semua kebutuhannya..”

Saya sendiri melihat .. bahwa shalat adalah presentasi terbaik kita kepada Allah SWT untuk membuat semua doa yang kita ajukan kepadaNya di kabulkan atau tidak. Karena saat itulah kita langsung berhadapan dengan Sang Penguasa Alam Semesta ini, disaksikan oleh seluruh malaikatNya tanpa perantaraan siapapun.

Dengan meningkatkan kesungguhan kita dalam manjalaninya, maka memuliakan orang tua adalah langkah berikutnya agar orang tua kita juga ridha atas kita. Dimana seperti kita ketahui bersama, ridha Allah akan turun ketika orang tua kita juga ridha kepada kita.

Meskipun saat ini saya sendiri masih tertatih-tatih dalam menjalaninya.. dan masih harus banyak belajar dan berlatih lebih keras lagi untuk istiqomah dalam menjalankan semua ini.. tetapi semua kemudahan sudah mulai berdatangan menghampiri hidup saya, begitu juga dengan sahabat-sahabat saya yang juga sedang belajar menerapkan wejangan sederhana ini.. Berjuang terus dengan sabar tanpa kenal menyerah.. yang dibarengi dengan shalat yang kita upayakan sekhusyuk mungkin yang bisa kita lakukan.. ternyata membuat semua upaya tersebut jauh lebih mudah dan lebih besar lagi hasilnya.. Saya tidak usah menceritakan saya sudah dapat berapa dari kunci rahasia ini, sahabat-sahabat saya yang juga baru belajar mempraktekkannya dalam bisnisnya pun omzetnya melesat belasan milyar perbulannya dalam waktu singkat.

Oleh karena itu.. kepada para sahabat yang sedang berjuang meretas sukses bagi kehidupannya dan orang-orang yang dicintainya.. Jangan pernah menyerah.. dan terus jadikan shalatmu sebagai proposal turunnya rahmat Allah SWT untuk memudahkan semua langkahmu dalam menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.. Dan muliakan orang tua kita agar dengan keridhaan mereka. Maka Allah juga ridha untuk menghapus seluruh status PENDING REVIEW semua doa dan permintaan kita karena menunggu keridhaan orang tua kita. Dan bagaimana orang tua akan ridha dengan kita kalau kita tidak memuliakan mereka.

Tentu saja, kami mohon juga budi baik rekan-rekan untuk menshare petuah sederhana ini.. agar menjadi amal jariyah buat kita semua yang mensharenya.. dan mempraktekkannya.

Sumber :Laksita Utama Suhud

salah ketik bikin berantem


hasil copas dari “Jalan Tikus”

1. Kalau Capek yang Gak Usah Ngatain

2. Masa Alay-nya Belum Tuntas

3. Ini Sih Anak yang Durhaka

4. Melek Keleuuss

5. PHP Level = Typo

6. Kamu Lagi *ete Sama Siapa Yank?

7. Terlalu Posesif si Cewek Satu Ini

8. Harus Ganti Hape Kayaknya Nih Orang

9. Beda Loh Ya Arti dari Baby dan Babi

10. Bentar Mah, Aku Lagi Ne*enin Temen

Farmako Herbalis