BANGGA MEMAKAI OBAT PATENT TERNYATA OBAT GENERIK BER MERK


hati-hati obat palsu

Mintalah resep obat generik.  Kalimat yang cukup sering kita dengar. Tentu istilah obat generik dan obat paten ini sudah sangat familier bagi masyarakat. Bukan hanya di kalangan masyarakat kesehatan melainkan juga bagi masyarakat umum yang saya yakin hampir seratus persen pernah berurusan  dengan yang namanya obat, resep dan  peresepan obat. Akan tetapi tahukah kita apa sebenarnya obat generik dan obat paten? Benarkah obat yang selama ini kita konsumsi yang kita anggap paten adalah benar-benar obat paten?

Terlebih dahulu marilah kita membahas tentang paten. Karena yang kita bahas disini adalah tentang obat tentu yang saya maksudkan disini adalah paten obat.

Tentang Istilah Paten

Kata paten, berasal dari bahasa Inggris patent, yang awalnya berasal dari katapatere yang berarti membuka diri (untuk pemeriksaan publik), dan juga berasal dari istilah letters patent, yaitu surat keputusan yang dikeluarkan kerajaan yang memberikan hak eksklusif kepada individu dan pelaku bisnis tertentu. Dari definisi kata paten itu sendiri, konsep paten mendorong inventor untuk membuka pengetahuan demi kemajuan masyarakat dan sebagai gantinya, inventor mendapat hak eksklusif selama periode tertentu.

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada penemu atas hasil penemuannya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. (UU No.14 tahun 2001, pasal. 1, ayat. 1)

Sedangkan obat paten adalah obat yang baru ditemukan berdasarkan riset dan memiliki masa paten yang tergantung dari jenis obatnya. Menurut UU No. 14 Tahun 2001 masa berlaku paten di Indonesia adalah 20 tahun. Dan selama masa itu perusahaan farmasi memiliki  hak eksklusif untuk memproduksi obat yang dimaksud dan sebaliknya perusahaan lain tidak diperkenankan memproduksi dan memasarkan obat serupa kecuali memiliki perjanjian khusus dengan pemilik paten. Hak eksklusif atas paten dan merk paten ini tentu membawa konsekwensi “monopoli” yang berkorelasi dengan mahalnya biaya riset, biaya uji klinik, selain tentu saja sebagai penghargaan atas sebuah kekayaan intelektual. Itulah yang menyebabkan obat paten harganya pasti lebih mahal.

Apakah obat generik?

Obat generik secara sederhana dapat didefinisikan sebagai obat dengan nama asli zat berkhasiat obat. Obat generik ini diproduksi berkorelasi dengan habisnya masa paten sebuah obat paten. Dalam perjalanannya Obat generik yang dulunya tidak mencantumkan logo pabrik pembuatnya dan disebut Obat Generik (OG) kini obat generik dikenal dengan OGB (Obat Generik Berlogo) yang diperbolehkan mencantumkan logo perusahaan pada kemasannya. Singkatnya lagi, obat paten habis masa patennya diproduksi oleh perusahaan lain sebagai obat generik.

Beberapa Contoh Obat Paten :

Asam asetilsalislat yang ditemukan oleh Felix Hoffmann dari perusahaan farmasi Bayer pada 1897 dan juga (tentu saja) diproduksi oleh Bayer, dengan nama Aspirin. Contoh obat paten lain Norvask (Amlodipin ) Pfizer yang habis masa patennya pada 31 Januari 2007, Tequin (Gatifloxasin) Glaxo habis masa patennya 25 Desember 2007 kemudian contoh lainnya adalah  Zyrtec (Cetirizin) – Pfizer yang habis masa patennya 25 Desember 2007

Setelah masa paten berakhir, perusahaan farmasi berbondong-bondong memproduksi Obat Generik Berlogo (OGB). Akan tetapi dalam perjalanannya secara politik maupun secara ekonomi, OGB cenderung tidak memberikan keuntungan yang besar terhadap industri farmasi. Margin keuntungan yang relatif rendah, produk yang tidak terlalu diminati, belum lagi adanya batasan HET yang tentu saja cukup menyulitkan industri farmasi dalam memainkan harga demi mendapatkan keuntungan yang besar.  Muncullah istilah obat generik bermerek atau branded generik atau brand name. Obat inilah yang akhirnya salah dipersepsikan oleh sebagian besar masyarakat sebagai obat paten. Bukan hanya oleh masyarakat umum melainkan juga masyarakat kesehatan (termasuk didalamnya dokter).

Obat brand name atau branded generic (atau sering juga disebut me too product) tentu bukan obat paten. Obat paten adalah obat innovatornya. Naspro (Asetosal) bukan obat paten meskipun nama generiknya Asetosal. Obat paten dari Asetosal adalah Aspirin. Demikian juga jika dokter anda meresepkan Tensivask, Amcor, Divask, maka obat-obat tersebut bukanlah masuk kategori (tidak tepat jika disebut) obat paten melainkan branded generik. Contoh lain : Incidal, Lerzin, Ozen, juga bukan obat paten karena innovator dan pemilik merek paten dari Cetirizin adalah Zyrtec. Beberapa contoh obat paten diatas saya kutip dari Express Scripts and Generik Pharmaceutical Association dan sengaja saya ambil beberapa saja yang menurut hemat saya obat-obat tersebut cukup familier di masyarakat. Khususnya di kalangan (maaf) OKB (Orang Kaya Baru) yang begitu lantangnya menolak obat generik dan menyebut suatu merek dengan kata paten yang sejauh saya tahu itu hanyalah me too product.

Dalam sebuah kesempatan diskusi resmi beberapa tahun lalu, seorang senior saya yang ber-panel dengan pejabat dari Kemenkes yang pernah menjadi Kepala BPOM pasca Pak  DR. Sampurno A Chaliq  Apt.,. Beliau mengilustrasikan : suatu misal pabrik Syafana Farma yang memproduksi Amoksilin Generik dan Naxoma (sebagai me too produknya dengan komposisi sama yakni Amoxilin). Menurut penjelasan beliau, ternyata berdasarkan data kepabeanan, sumber impor zat aktifnya (Amoksilin) adalah berasal dari sumber sama alias dari negara yang sama. Atau dapat dikatakan bahwa bahan baku Amoksilin Generik dan Naxoma yang diproduksi oleh Syafana Farma adalah sama.

Apakah dengan demikian kedua obat tersebut sama mutunya? Belum tentu, kalau dikatakan komposisinya sama, okelah saya masih bisa menerima. Namun jika kita ingin menyamakan mutu suatu produk tentu masih cukup panjang penjelasan, parameter dan pengujian yang harus kita jelaskan dan kita buktikan

Hal itu tentu tidak bisa terlepas dari beragam faktor yang mempengaruhinya misalnya zat tambahan (pengisi, pembawa, penghancur dll)  dan juga hasil uji yangexact seperti uji BA-BE (bioavailabilitas dan bioequivalensi). Banyak uji yang dilakukan terhadap produk brand name maupun produk original (paten) yang dibandingkan terbukti menunjukkan BA-BE yang berbeda meskipun perbedaannya masih berada pada ambang toleransi yang ditetapkan FDA-nya Indonesia (BPOM) maupun kitab farmasinya Indonesia (Farmakope Indonesia). Namun secara mutu tentu obat tersebut akan memberikan dampak onset (kecepatan mendapatkan efek terapi) yang berbeda, durasi (lamanya efek) yang berbeda, dan bukan tidak mungkin optimalisasi hasil terapi yang berbeda pula.

Apa Maknanya?

Saya secara pribadi mendukung upaya peningkatan penggunaan obat generik, menggenerikkan Indonesia adalah sebuah kebijakan yang harus didukung. Mengingat di banyak negara (jangan dibandingkan dengan Amerika atau Inggris) dibandingkan dengan negara ASEAN saja tingkat serapan obat generik kita masih cukup rendah.

Saya bisa memahami keengganan banyak dokter untuk menggunakan obat generik, bahkan jikalau mereka ragu pun saya bisa menerima kenyataan pahit tersebut mengingat banyaknya aspek, banyaknya industri. Kan sudah ada CPOB ? Ah, CPOB itu kan (hanya) sertifikat, tak jauh beda dengan ISO dan lain-lain. Saya tidak bersu’uzon. Cuman saya tidak bisa meyakinkan terhadap diri saya sendiri apakah semua industri farmasi menjalankan SOP dan standar mutu yang sama baiknya pada saat sertifikasi dengan saat tidak sedang disertifikasi (Note. Karena kita tinggal di Indonesia).

Jika menggunakan obat generik, sedapat mungkin pilihlah dari perusahaan farmasi yang telah anda kenal reputasinya. Konsultasikan dengan Apoteker anda jika anda takut atau segan (atau bahkan gengsi) untuk menanyakannya kepada dokter anda.

Jangan membiasakan diri dengan sugesti yang tidak rasional terhadap suatu produk, karena sangat mungkin obat yang selama ini anda agung-agungkan sebagai obat paten adalah obat brand generik yang kualitasnya belum tentu lebih baik dengan obat generik berlogo sedangkan secara harga produk brand generik kebanyakan mempunyai selisih harga yang sangat signifikan. Harap diketahui bahwa jumlah (jenis) obat me too product yang beredar di Indonesia adalah ratusan kali lipat dari jumlah obat paten. Prinsip dari terapi bukanlah sebuah merek obat melainkan keberlangsungan dan keberlanjutan. Jika kebetulan anda adalah penderita penyakit kronik atau penyakit degeneratif dan kebetulan berada dalam tingkat ekonomi yang pas-pasan, bukankan lebih baik jika kita gunakan obat generik tapi terapi dapat berlangsung selama satu tahun daripada uang kita habis setelah satu atau dua bulan terapi dan selanjutnya kita tidak mampu lagi membeli obat???

Penutup, Obat Generik Equivalen (OGE) mudah-mudahan segera dapat menjawab keraguan kita terhadap obat generik dan mampu men generikkan Indonesia menuju suksesnya SJSN yang tinggal beberapa saat lagi.

SUMBER Kompasiana Sjafana Najmi ,,, ketika mau menulis ini sudah ada maka saya copy pastehati-hati obat palsu

3 Prinsip dasar orang Jepang yang ada dalam Islam dan Al-quran  


yana samanoe

Jepang merupakan sebuah negara yang terkenal akan keindahan bunga sakura. Setiap orang mengenal apa itu bunga sakura yang mekar setiap musim semi bulan April. Keindahan ini salah satunya karena negara ini dihinggapi empat musim yang berbeda dari musim panas, gugur, salju dan Semi.
Saya memiliki pengalaman hampir 3 tahun bekerja di Jepang dan sangat merasakan sendiri bagaimana karakteristik masyarakat Jepang yang sangat unik dibandingkan dengan negara lain di Dunia. Karakteristik ini lahir dari embrio samurai yang eksis beberapa ratus tahun yang silam. Saya merangkum ada 3 prinsip dasar orang Jepang yang terkait dengan ajaran Islam dan Alquran. inilah prinsip dasar yang saya rangkum sebagai berikut.
1. Tepat Waktu
Orang Jepang memiliki karakteristik tepat waktu dan pantang terlambat apabila melakukan perjanjian untuk bertemu. Apabila kita  telah berjanji untuk bertemu dengan rekan bisnis ataupun teman, sebaiknya 10 menit sebelum perjanjian, kita sudah berada di tempat tersebut. Mereka sangat menghargai waktu sehingga keterlambatan yang sedikit walaupun beberapa menit sangat tidak ditolerir.
2. Melayani dengan totalitas
Apa yang di maksud dengan melayani dengan totalitas ini ? untuk menjelaskannya saya berikan contoh tentang pelayanan publik di Indonesia sebagai perbandingan. Banyak pelayanan publik di negara kita yang tidak menerapkan sistem totalitas.
Contoh pertama mungkin kita pernah kesal ketika mengurus surat atau membuat KTP di kecamatan atau keluarahan. Kita sering di buat kesal menunggu karena ketidak tepatan waktu pelayanan kerja atau keterlambatan oknum staff di kecamatan atau kelurahan.  Kita juga bisa melihat begitu malasnya para pekerja oknum PNS. Bahkan ada pameo berangkat jam 09.00, baca koran, siang istirahat, tidur bentar jam 14.00 sudah tutup. Apakah rekan-rekan pernah mengalaminya ?  Contoh yang kedua misal pelayanan publik di rumah sakit. Karena begitu banyaknya pasien, oknum perawat terkadang menyepelekan, makes malesan dan menunjukan muka yang kesal. Inilah contoh melayani tanpa totalitas.
Di Jepang, semua pekerja dari mulai polisi, pegawai kecamatan, guru, dosen bekerja sangat totalitas. Apalagi pekerja sektos swasta. Mereka sangat menghormati customer tanpa memandang suku, agama ataupun bangsa. Mereka totalitas melayani dengan tersenyum. Tidak ada kata terlambat, tidak ada wajah yang tidak tersenyum semuanya totalitas melayani seperti melayani seorang raja.
3. Budaya Malu
Budaya malu sangat terasa di Jepang. Setiap orang yang melakukan kesalahan pastinya akan merasa malu. Bahkan karena akibat malu ini, bunuh diri merupakan hal lumrah yang dilakukan oleh orang Jepang. Rasanya berbeda ketika kita melihat banyak koruptor yang ditangkap KPK tidak memperlihatkan budaya malu ini. Mereka sepertinya biasa-biasa saja bahkan banyak yang melawan walaupun sangat jelas melakukan aktivitas korupsi ini. Mental malu inilah yang harus kita tingkatkan sehingga tidak merugikan orang lain. Selain itu rasa malu bisa menghinggapi orang Jepang ketika tidak mengerjakan tugas dengan baik, tidak melayani dengan baik sehingga pelayanan publik sangat baik.
Inilah 3 prinsip dasar dari orang Jepang. Tentunya masih banyak prinsip dasar orang Jepang yang baik. Teman teman dapat menambahkan prinsip dasar yang baik dari orang Jepang.Share apabila bermanfaat.

7-14 Hari Kulit Kinclong dengan Collagen Concentrate (Proto Collagen)


Cara-Mengatasi-Kulit-Kering-Dan-kusam

Seiring bertambahnya usia, tekstur kulit kita akan semakin kendur. Hal ini sangat alamiah karena kolagen yang ada dalam tubuh kita semakin berkurang setiap tahunnya. Para ilmuan telah membuktikan bahwa pada saat usia 25 tahun, kulit kita akan mulai kehilangan kolagen 1.5% setiap tahun. Dan kita akan kehilangan 50% kolagen (dari usia 25tahun) pada usia 60 tahun. artinya, berawal dari umur 25 tahun tersebutlah keluhan-keluhan pada kulit akan timbul seperti keriput, kulit kering, tidak kenyal dan sebagainya. Mungkin beberapa dari Anda masih bingung, apa yang dimaksud dengan kolagen. Yuk kita bahas apa sih kolagen itu? Arti Kolagen Kolagen adalah sejenis protein yang terdiri dari asam amino-, yang terbentuk dari karbon, oksigen dan hidrogen. Kolagen mengandung asam amino tertentu seperti Glycine, Proline, hydroxyproline dan Arginine. Kolagen menghubungkan atau mendukung jaringan tubuh manusia seperti kulit, tulang, tendon, otot, tulang rawan, bahkan pada rambut dan kuku. Sekitar 33% protein dalam tubuh manusia terdiri dari kolagen, dan sekitar 75% kulit kita terbentuk dari kolagen. Mengapa Kolagen Sangat Penting Bagi Tubuh Kolagen diibaratkan sebagai lem yang menyatukan tubuh manusia secara bersamaan. Tanpa kolagen tubuh akan terpisah secara harfiahnya. Kolagen memberikan kekuatan untuk struktur tubuh dan melindungi struktur kulit dengan mencegah penyebaran zat pathogen, zat beracun lainnya, mikro organism dan sel-sel kanker. Kolagen juga dapat memberikan elastisitas, kelenturan, kekenyalan, kelembaban dan ketahanan pada kulit. Dengan kulit yang masih elastis inilah seseorang akan terlihat awet muda bebas dari keriput walaupun usia sudah 40 tahun ke atas. Karena kolagen sangat penting dalam tubuh, maka bisa dipastikan bahwa kekurangan kolagen bisa menimbulkan masalah. Bahkan, ada beberapa penyakit genetik yang berhubungan dengan kekurangan kolagen. Misalnya, osteogenesis imperfecta, sering disebut sebagai penyakit tulang rapuh yang merupakan hasil dari penurunan kolagen. Makanan yang Mengandung Kolagen Kita dapat menambah asupan kolagen dari makanan yang kita makan sehari-hari seperti:

a. Buah yang Mengandung Vitamin C dan Antioksidan Buah yang mengandung banyak vitamin C dan antioksidan adalah penghasil kolagen yang besar. Seperti buah jeruk, strawberry, wortel, apel, jambu merah, jambu monyet, anggur, kiwi, lemon, blackberry, blueberry, papaya, dan tomat.

Mungkin beberapa dari Anda sudah mengetahui bahwa tomat mengandung sejumlah lycopene. Lycopene pada buah tomat ini membantu tubuh kita melawan kolagenase. Kolagenase adalah enzim yang menghancurkan senyawa kolagen pada tubuh manusia.

b. Sayur uang Mengandung Vitamin C dan K Sama seperti buah-buahan, sayuran juga merupakan pilihan terbaik untuk menambah senyawa kolagen dalam tubuh kita. Pilih sayuran yang mengandung vitamin C dan K seperti: paprika, brokoli, kubis, bawang putih, terong, asparagus, kembang kol dan bayam.

c. Produk Kedelai Kacang kedelai merupakan produk yang menghasilkan kolagen dan memerangi penuaan pada kulit. Contoh produk yang terbuat dari kedelai: keju, susu kedelai, tempe, tahu, dan masih banyak lainnya.

d. Makanan yang Mengandung O-Mega3 O-Mega3 adalah asam lemak yang dianggap sebagai lemak baik. O-Mega3 menjadikan kulit halus, kenyal dan lembut sehingga sangat baik untusk dikonsumsi secara teratur. O-Mega3 ditemukan pada ikan tuna, ikan salmon, dan ikan mackerel, telur dan kenari.

Sumber Kolagen lainnya:

  1. Supplement Kolagen
  2. Injeksi/Suntik Kolagen
  3. Kosmetik kolagen

Collagen Concentrate  Collagen dengan kandungan 99 % dikemas oleh Selebritis Health  solusi yang simple dengan kemasan praktis 10 ml menjamin  pengembalian kekenyalan kulit dengan mekanisme merangsang Collagen yang ada dalam tubuh bukan supplement yang mengandung Collagen   dalam 7-14 hari tanpa efek samping dengan dosis 5 tetes per hari bersama minuman pagi susu, minuman sereal dll, Bonus sabun proto collagen dan spray collagen hanya di bulan Mei

  • Adanya Collagen membuat kulit jadi kenyal seperti kulit bayi
  • Kulit mereka yang gelap dan kusam menjadi putih (Negro juga bisa lho), halus, merona untuk jangka waktu yang panjang.
  • Mengurangi garis-garis kecil dan keriput
  • Meningkatkan kecerahan dan kelembutan kulit
  • Menjadikan kulit lebih kencang dan elastis
  • Mengurangi kemerahan yang diakibatkan oleh peradangan atau kulit sensitif
  • menjadikan kulit yang gelap & kusam menjadi putih, halus dan merona untuk jangka waktu yang panjang
  • Bintik-bintik hitam bekas jerawat hilang & mencegahnya kembali
  • Menjadikan bibir & puting yang hitam akan menjadi merah muda karena pigmen gelap akan berkurang
  • Memutihkan ketiak yang hitam, sikut, flek hitam, lipatan-lipatan lain pada tubuh yang hitam, yang terpenting tidak mengupas kulit
  • Tanda-tanda penuaan pada kulit akan memudar dengan mengecilnya pori-pori
  • Kulit kering atau pecah pecah kembali normal dan halus
  • Mencegah timbulnya jerawat dan mempercepat proses penyembuhan jerawat
  • Meratakan warna kulit, Mencerahkan dan membuat kulit bersinar

Produk kelas premium yang mengandung prototype kolagen murni tanpa zat tambahan Berminat ? Inbox  di  Facebook Klinik Detox  atau Yana Handayana https://www.facebook.com/pages/DETOX-Clinic-positif-health/101147509974966?ref=hl

http://www.4shared.com/mp3/B73xKpcNce/Yana_Handayana_-_recyle_hingga.html

Obat Generik Berlogo


Dokter dan Pasien Cerdas Pilih Obat Generik Berlogo (OGB)
Berikan sebuah balasan
obat generik berlogo

Datangnya sakit terkadang tidak dapat di tebak. Problem sakit menjadi serius apabila datang ketika kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan. Pemikiran masyarakat awam yang masih berpikir bahwa biaya pengobatan itu mahal menjadi kendala untuk sosialisasi pelayanan kesehatan di berbagai daerah. Saya pun sering menjumpai penduduk yang enggan untuk berobat ke dokter/puskesmas dan memilih untuk mendiamkan penyakitnya sampai benar-benar terasa sudah parah. Persepsi negatif itu datang karena prosedur pelayanan kesehatan di beberapa institusi kesehatan masih kurang baik. Untuk itu perbaikan citra kesehatan harus terus di perbaiki dari waktu ke waktu.

Perbaikan itu bisa di mulai dari edukasi pemberian resep obat dengan membentuk karakter “Dokter Cerdas” dan “Pasien Cerdas” agar biaya pengobatan bagi pasien dapat di tekan tanpa mengabaikan kualitas pengobatan. Karakter dokter cerdas dan pasien cerdas dapat di identikan dalam bentuk hewan kancil yang di analogikan mempunyai sikap atau perilaku yang cerdik dan berhati-hati. Kancil selalu memiliki banyak akal dalam menjalani kehidupan sehingga selalu terhindar dari bahaya. Di harapkan perilaku dokter dan pasien seperti kancil ini yang cerdik, pintar dan bersikap hati-hati ketika hendak menggunakan suatu obat.

Salah satu ciri dari dokter cerdas adalah membuat resep obat yang sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan. Sedangkan perilaku sebagai pasien cerdas dapat di tunjukan dengan meminta informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi kesehatan sekaligus meminta resep obat sesuai dengan kebutuhan penyembuhan penyakit yang di derita. Jadi resep obat itu bukan sesuai keinginan dokter atau keinginan pasien tetapi resep itu sesuai dengan kebutuhan penyakit.

Dalam penyembuhan penyakit, peran dari suatu obat bergantung pada zat aktif berkhasiat yang terkandung di dalamnya. Jadi apapun obatnya meskipun harganya terpaut jauh, tetapi jika zat aktif yang di kandungnya sama maka obat tersebut akan mempunyai khasiat yang sama.

Dalam dunia medis, terdapat dua jenis obat yang umum di kenal yaitu obat paten dan obat generik. Obat paten atau obat originator adalah obat yang masih memiliki hak paten. Obat ini hanya di produksi oleh pabrik yang memegang hak paten tersebut. Sedangkan obat generik adalah obat yang telah habis masa patennya, sehingga dapat di produksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti. Secara umum harga obat generik berkisar 80-85% lebih rendah di banding obat paten. Peredaran obat paten sendiri hanya sekitar 5% dari obat yang beredar di Indonesia. Sisanya adalah obat generik.

Buat yang pernah berobat, pasti pernah lihat patung gambar di bawah ini :

generikIni adalah icon resmi dari obat generik. Patung ini biasa di letakkan di samping dokter yang memeriksa pasien. Lingkaran bergaris hijau bertulis “GENERIK” pada dada patung merupakan logo resmi dari obat generik. Obat generik terutama obat generik berlogo (OGB) biasanya memiliki tanda/logo tersebut pada kemasan obatnya baik berupa tablet, kapsul maupun sirup.

Mengenali obat generik

Logo resmi generik pada kemasan obat ini menunjukkan bahwa obat tersebut telah lulus uji kualitas, khasiat, dan keamanan sedangkan garis-garis putih menunjukkan obat generik dapat di gunakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Meskipun harga obat generik lebih murah tetapi itu tidak menurunkan kualitasnya. Jadi obat generik memiliki harga yang jauh lebih murah tetapi tetap berkualitas.

Bagaimana dengan khasiat obat generik, mari kita cek video iklan testimonial obat generik berikut :

Intinya khasiat obat generik sama dengan obat paten. Jadi jangan ragu untuk meminta resep obat kepada Dokter dengan menggunakan obat generik.

Obat Generik Bermerek (OBM) dan Obat Generik Berlogo (OGB)

Obat generik sendiri terdiri dari dua jenis yaitu obat generik bermerek (OBM) dan obat generik berlogo (OGB). Bagaimana mengenali perbedaan keduanya. Perhatikan gambar di bawah ini :

Perbedaan OGB dan OGM

Perbedaan keduanya terletak pada nama, kemasan dan harga. Obat generik berlogo (OGB) di pasarkan dengan nama merek kandungan zat aktifnya sesuai dengan nama resmi International Non Propietary Names yang ditetapkan oleh Farmakope Indonesia. Sedangkan obat generik bermerek/obat bermerek adalah obat yang di beri merek dagang oleh perusahaan farmasi yang memproduksinya. Sebagai contoh salep berbahan aktif Acyclovir 5%, maka tata nama OGB-nya pasti bernama Acyclovir 5% sedangkan untuk tatanama OBM-nya dapat di sesuaikan dengan keinginan produsen obat, seperti di beri nama dengan Paraklovir atau Meaklovir.

Dari sisi kemasan, OGB di buat dengan kemasan yang di buat biasa yang penting dapat melindungi produk yang ada di dalamnya sedangkan OBM di desain lebih menarik. Dari harga pun obat generik bermerek memiliki harga yang lebih mahal di bandingkan OGB bahkan bisa mencapai selisih harga 20-30 kali lipat. Tetapi harganya tidak semahal obat paten. Mahalnya harga obat ini di karenakan adanya biaya tambahan baik berupa biaya produksi kemasan, biaya promosi dan biaya-biaya non produksi lainnya.

Pada prinsipnya antara obat generik bermerek dan obat generik berlogo tidak ada perbedaan dalam hal khasiat obat sejauh bahan dasar zat aktifnya sama. Tetapi tingkat kepercayaan masyarakat (pasien) dan dokter kepada obat generik berlogo, harus di akui masih sangat rendah. Menurut Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sintanggang, porsi penjualan OGB hanya berada di kisaran 10% dari total pasar farmasi nasional.

Pasar farmasi nasionalPorsi penjualan obat generik dari total pasar farmasi nasional

Berbagai kendala dalam pemasaran OGB ini di karenakan persepsi masyarakat yang masih salah mengenai obat generik berlogo.

Beberapa persepsi yang salah itu adalah sebagai berikut :

Obat generik berlogo masih di pandang sebagai obat kelas dua dan kurang berkhasiat di bandingkan dengan obat bermerek
Obat generik berlogo kerap di cap sebagai obat bagi kaum tak mampu
Sesuai Hukum Pasar yang berlaku, di karenakan obat generik harga jualnya lebih murah berarti kualitasnya juga rendah.
3 persepsi salah tentang OGB

Beberapa persepsi yang salah tentang obat generik berlogo ini perlu di luruskan dalam artikel ini.

“Perlu di tekankan kembali bahwa tidak ada perbedaan dalam hal kualitas dan khasiat obat baik antara obat generik berlogo (OGB) dan obat generik bermerek (OBM) sejauh bahan dasar obat memiliki zat aktif yang sama”

Mengapa obat generik berlogo (OGB) memiliki harga jual yang jauh lebih murah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di bandingkan OBM. Berikut adalah 4 alasan mengapa harga OGB bisa terjangkau.

4 alasan OGB terjangkau

1. Harga jual obat generik berlogo telah di tetapkan Pemerintah

Harga OGB di tetapkan oleh Pemerintah melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan dimana setiap tahun di terbitkan ketetapan / peraturan Menteri Kesehatan terkait harga obat generik. Di tahun 2012 di terbitkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 094/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Obat untuk Pengadaan Pemerintah Tahun 2012 dan No. 092/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Generik. Sedangkan untuk tahun 2013 di rencanakan penetapan harga melalui lelang harga satuan (e-catalog obat generik).

2. OGB di produksi dalam jumlah banyak

Dalam proses produksi, OGB di produksi dalam jumlah yang besar sehingga skala produksinya jadi lebih efisien dan mampu menekan biaya produksi. Karena bahan baku dan kemasan yang digunakan juga dalam jumlah besar sehingga harga pembelian lebih rendah dibandingkan bila melakukan pembelian dalam jumlah kecil.

3. OGB di buat sederhana dengan daya kemas yang baik

Produksi OGB di buat secara sederhana dan dengan menekan biaya kemasan. Meskipun biaya kemasan di tekan tetapi tetap memperhatikan daya kemas produk yang baik sesuai dengan ketentuan Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM) agar kualitas obat yang di produksi tetap terjamin

4. OGB hanya meng-copy obat paten yang telah berakhir masa patennya

Di karenakan OGB hanya meng-copy obat paten yang telah berakhir masa patennya, sehingga dalam produksi OGB, perusahan tidak perlu menyediakan dana untuk biaya riset dan pengembangan dalam melakukan uji klinis yang mahal harganya untuk menilai khasiat, keamanan, dan kualitas dari obat generik.

Untuk menjaga standar kualitas dari obat generik, Pemerintah pun telah menetapkan standar ketat bagi perusahaan farmasi untuk memproduksi obat generik. Standar ketat untuk perusahaan itu adalah sebagai berikut :

Perusahaan tersebut telah menggantongi sertifikat COA (Certificate of Authenticity)
Perusahaan tersebut telah menggantongi sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik).
Telah melalui uji bioekuivalensi (kesetaraan biologi) serta uji bioavailibitas (ketersediaan hayati) terhadap obat paten dengan menujukkan hasil yang setara.
Jadi dengan standar ketat produksi obat generik ini membuat kualitas obat generik tetap terjamin.

Menjadikan Obat Generik Berlogo (OGB) sebagai Gaya Hidup

Sudah jelas bahwa OGB kualitasnya sudah tidak di ragukan lagi. Untuk itu sosialisasi mengenai OGB harus terus di tingkatkan agar kesadaran dari dokter dan pasien untuk menggunakan OGB menjadi besar.

Sebenarnya telah banyak cara yang di lakukan oleh pemerintah untuk memperkenalkan OGB kepada masyarakat baik berupa stiker, iklan maupun berbagai media sosialisasi lainnya. Tetapi telah hampir 24 tahun sosialisasi OGB tetapi hasilnya belum menunjukkan progres yang signifikan di mana pangsa pasar OGB baru sampai 10%.

Untuk itu perlu menggiatkan kembali sosialisasi OGB agar dapat menjadi Gaya Hidup masyarakat. Kunci dari pembentukan OGB sebagai Gaya Hidup adalah penanaman kesadaran dan edukasi yang kuat kepada masyarakat untuk menggunakan OGB dalam pengobatan penyakit yang di derita. Di harapkan OGB dapat menjadi suatu kebutuhan dan kebanggaan bagi masyarakat sehingga masyarakat pun tidak alergi untuk menggunakannnya.

Beberapa langkah yang dapat di lakukan untuk menjadikan OGB sebagai Gaya Hidup adalah sebagai berikut :

Perbaikan Prestise Penggunaan Obat Generik Berlogo
Kultur masyarakat Indonesia yang unik dan bermacam-macam memang menarik untuk di pelajari. Sebagian dari masyarakat Indonesia masih memegang kuat kultur gengsi dan senang bergaya hidup mewah. Untuk itu Obat Generik Berlogo harus mendapat perbaikan dari segi pengemasan agar lebih menarik dan dengan harga yang lebih akomodatif serta membuat suatu gerakan nasional menjadikan OGB sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia.

Mendidik Masyarakat secara Cerdas : Obat Generik Bermerek di beri logo Generik
Salah kaprah di masyarakat bahwa obat yang berlogo generik adalah obat bagi masyarakat miskin tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang hanya memberikan logo generik pada OGB sedangkan OBM tidak di beri logo generik padahal keduanya masih sama-sama merupakan obat generik.

Untuk itu jika pemerintah menginginkan sosialisasi yang efektif bagi OGB, perlu mendidik masyarakat secara cerdas dan nyata berupa tindakan pemberian logo generik pada OGB dan OBM. Dengan cara seperti itu maka sosialisasi OGB kepada masyarakat di jamin akan lebih baik dari sebelumnya.

Edukasi OGB Kepada dokter
Dokter adalah ujung tombak kesuksesan OGB. Sebagian besar pasien mempercayakan resep kepada dokter. Karena yang penting bagi pasien adalah kesembuhan. Harus di akui pengetahuan tentang obat masih sangat rendah di masyarakat untuk itu dokter berperan besar dalam menentukan penggunaan OGB kepada masyarakat. Edukasi dan sosialisasi kepada dokter harus terus di tingkatkan dan apabila di perlukan ada aturan yang ketat bagi dokter untuk mengutamakan OGB dalam resep obatnya.

Jaminan Ketersediaan Obat di fasilitas kesehatan dan apotek.
Untuk menjamin penggunaan OGB di tengah masyarakat, maka pemerintah harus memberikan jaminan ketersediaan obat di berbagai fasilitas kesehatan dan memberlakukan reformasi pada apotek agar penyediaan obat generik menjadi di atas 50% sehingga ketika dokter memberikan resep obat generik, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkannya.

Pembentukan Citra Karakter Dokter Cerdas dan Pasien Cerdas
Semua stakeholder harus mampu memberikan citra positif bagi pemberi resep dan pengguna obat generik dengan karakter sebagai Dokter Cerdas dan Pasien Cerdas.

Pembentukan citra ini dapat di lakukan dalam bentuk pembuatan maskot dan duta obat generik, pemberian award kepada Dokter teladan yang memiliki track record bagus dalam pengobatan dengan menggunakan resep obat generik, sosialisasi melalui berbagai media baik TV, Radio, maupun di internet.

Demikian beberapa informasi seputar sosialisai OGB. Semoga kita dapat menjadi tercerdaskan dengan informasi yang telah di paparkan.

Tulisan ini di ikutsertakan dalam lomba blog dengan tema “Sosialisasi Obat Generik Berlogo di Indonesia” yang di adakan oleh PT. Dexa Medica

http://www.dexa-medica.com

CHIKUNGUNYA (FLU TULANG)


MENGENAL CHIKUNGUNYA SEBAGAI PENYEBAB KEKAKUAN SENDI

chikungunya_full

Beberapa tahun belakangan ini kita sering mendengar adanya penyakit yang dikenal dengan demam Chikungunya atau virus Chikungunya. Sama halnya dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti  atau Aedes Albopictus   .

Istilah Chikungunya berasal dari bahasa Makonde, salah satu daerah di Afrika yang terletak di antara Mozambik dan Tanzania. Ini merupakan tempat pertamakali virus ini berhasil ditemukan pada 1952. Virus Chikungunya kemudian menyebar ke wilayah Afrika lain, Asia Selatan, Cina, Taiwan, dan Asia Tenggara seperti Filipina dan Indonesia. Bahkan, saat ini Chikungunya sudah menjangkau lebih luas sampai ke Eropa.

Chikungunya mempunyai arti “sesuatu yang mengikat”—sesuai dengan gejala nyeri sendi yang mengakibatkan pergerakan sendi menjadi terbatas dan kaku. Demam Chikungunya dapat menyerang siapa saja. Cara penularannya adalah penderita digigit oleh nyamuk Aedes yang sudah terinfeksi virus Chikungunya yang berasal dari penderita lain. Gejalanya sangat bervariasi, mulai dari yang ringan sampai berat. Gejalanya seringkali mirip dengan demam dengue atau demam berdarah dengue.

Gejala

Gejala Demam Chikungunya biasanya berupa demam mendadak tinggi yang berlangsung 2—5 hari disertai dengan nyeri di beberapa sendi ektremitas, seperti pergelangan, lutut, tangan, dan kaki yang dapat berlangsung. Nyeri ini akan berlangsung selama seminggu, sebulan, bahkan pada beberapa kasus terjadi selama beberapa tahun yang bergantung pada umur penderita.

Nyeri sendi pada penderita Chikungunya kadang dapat membuat penderita sulit berjalan dan kaku. Semakin tua penderita, semakin lama gejalanya timbul. Masa inkubasi penyakit ini berkisar antara 1—12 hari. Demam dapat mencapai 40 derajat Celsius. Pada tubuh penderita, juga sering timbul ruam atau bintik-bintik kemerahan, terutama pada bagian bawah.

Gejala penyerta lain dapat berupa sakit kepala, mual, muntah, mata merah,  insomnia, dan kadang fotofobia (silau) serta bengkak di kaki. Gejala penyerta ini umumnya terjadi selama 5—7 hari. Pada pemeriksaan laboratorium, dapat ditemukan lekosit dan trombosit yang turun seperti halnya infeksi virus.

Diagnosis

Diagnosis penyakit ini ditegakkan bedasarkan gejala dan pemeriksaan klinis, meskipun untuk pemastian dapat melalui pemeriksaan isolasi atau biakan virus dan tes serologi. Meskipun tidak lazim dilakukan, Virus Chikungunya sama dengan penyakit virus pada umumnya yang dapat sembuh sendiri sehingga tidak ada pengobatan yang khusus terhadap penyakit ini.

Penderita biasanya harus istirahat yang cukup, lalu diberikan diet, dan  cairan yang cukup serta diberikan terapi sesuai dengan gejala yang dideritanya. Obat antiinflamasi nonsteroid, seperti parasetamol, ibuprofen, naproksen atau piroksikam, biasanya diberikan untuk mengatasi nyeri sendi. Masa penyembuhan sangat bervariasi, bergantung umur. Pasien yang lebih tua atau dengan daya tahan tubuh lemah akan lebih lama dan lebih berat gejalanya. Infeksi Chikungunya pada wanita hamil justru lebih ringan dan tidak menimbulkan efek samping pada kehamilannya.

Pencegahan

khas nyamuk jika menggigit tidak nungging
khas nyamuk jika menggigit tidak nungging

Pencegahan paling efektif adalah dengan melindungi diri dari jenis nyamuk Aedes , seperti Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus. Jenis nyamuk ini muncul pada pagi hingga sore hari dan menyukai air bersih yang tergenang, seperti bak mandi atau pot bunga. Pencegahan terhadap nyamuk ini tentunya dengan melakukan penyemprotan nyamuk dengan fogging secara teratur,  pembasmian jentik dengan pemberian abate  secara berkala, serta  menggunakan repelen atau losion anti nyamuk dan menggunakan pakaian tertutup apabila berada di tempat yang kontak dengan nyamuk. Sampai saat ini, vaksin untuk mencegah virus Chikungunya belum ditemukan. Namun  memang sedang dilakukan penelitian oleh para ahli.
dr. Femmy Nurul Akbar, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
RS Pondok Indah

Fungsi Ginjal


ginjal

Ginjal merupakan salah satu bagian dari sistem ekskresi pada manusia. Terdapat sepasang ginjal pada manusia. Panjang ginjal manusia sekitar 10 cm dengan berat kurang lebih 200 gram. Sebagai alat ekskresi, ginjal mengeluarkan sisa penyaringan darah yang berupa urine. Berikut adalah beberapa fungsi ginjal manusia. Langsung saja kita simak yang pertama:

1. Menyaring Darah

Konsumsi makanan yang kita makan setiap hari sebagai penghasil energi setelah melalui proses pencernaan pastilah akan menghasilkan banyak zat sisa dan limbah serta racun atau toksin. Zat-zat tersebutlah yang akan dikeluarkan oleh ginjal karena jika tidak maka akan sangat berbahaya bagi tubuh kita.

Nefron adalah salah satu bagian ginjal yang menjalankan fungsi ini. Apabila seseorang tidak memiliki ginjal, maka orang tersebut akan mati karena tubuhnya teracuni oleh kotoran yang dihasilkan oleh tubuh manusia itu sendiri. Untuk melakukan hal tersebut, ginjal harus menyaring sekitar 200 liter darah dan menghasilkan 2 liter zat-zat sisa dan air per harinya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Anda buang air kecil sebanyak kurang lebih 2 liter per harinya.

2. Mempertahankan keseimbangan Kadar Asam dan Basa

Ginjal berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh dengan cara mengeluarkan kelebihan asam/basa melalui urine.

3. Mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh

Ginjal akan mengekskresikan (mengeluarkan) zat-zat yang merugikan bagi tubuh seperti urea, asam urat, amoniak, creatinin, garam anorganik, bakteri, dan juga obat-obatan. Jika zat tersebut tidak dikeluarkan maka akan menjadi racun yang dapat membahayakan kesehatan di dalam tubuh.

4. Memproses Ulang Zat

Ginjal akan mengembalikan kembali zat yang masih berguna bagi tubuh kembali menuju darah. Zat tersebut berupa glukosa, garam, air, dan asam amino. Proses pengembalian zat yang masih berguna ke dalam darah disebut reabsorpsi.

5. Mengatur Volume Cairan dalam Darah

Ginjal dapat mengontrol jumlah cairan darah yang dipertahnkan agar tetap seimbang didalam tubuh. Tanpa adanya control dari ginjal maka tubuh akan menjadi kering karena kekurangan cairan darah atau sebaliknya, tubuh tenggelam karena kebanjiran cairan didalam tubuh yang menumpuk tidak terbuang.

6. Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia dalam Darah

Salah satu contohnya yaitu mengatur kadar garam didalam darah.

7. Mengendalikan Kadar Gula dalam Darah

Ginjal amat penting untuk mengatur kelebihan atau kekurangan gula dalam darah dengan menggunakan hormon insulin dan adrenalin. Ini penting untuk menghindari diabetes. Insulin berfungsi sebagai hormon penurun kadar gula dalam darah jika kadar gula dalam darah berlebih. Adrenalin berfungsi untuk menaikkan kadar gula dalam darah jika kadar gula di dalam darah tidak mencukupi.

8. Penghasil Zat dan Hormon

Ginjal merupakan penghasil zat atau hormon tertentu seperti eritropoietin, kalsitriol, dan renin. Hormon yang dihasilkan oleh ginjal yaitu hormon eritroprotein atau yang disingkat dengan EPO berfungsi untuk merangsang peningkatan laju pembentukan sel darah merah oleh sumsum tulang. Renin berfungsi untuk mengatur tekanan darah di dalam tubuh, sementara kalsitriol merupakan fungsi ginjal untuk membentuk vitamin D, menjaga keseimbangan kimia di dalam tubuh, serta untuk mempertahankan kalsium di dalam tulang yang ada di dalam tubuh.

9. Menjaga Tekanan Osmosis

Ginjal menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur keseimbangan garam-garam di dalam tubuh.

10. Menjaga Darah

Ginjal berfungsi sebagai penjaga kadar pH darah agar tidak terlalu asam. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

Hak dan Kewajiban Pasien di Rumah Sakit


rs-puri-for-web

 KEWAJIBAN dan HAK PASIEN

(UU no. 44 Tahun 2009 : UU tentang Rumah Sakit pasal 31 dan 32)


Kewajiban Pasien

(1) Setiap pasien mempunyai kewajiban terhadap Rumah Sakit atas pelayanan yang diterimanya.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai kewajiban pasien diatur dengan Peraturan Menteri.


Hak Pasien

Setiap pasien mempunyai hak:

a.    memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit;

b.    memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien;

c.     memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi;

d.    memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional;

e.    memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi;

f.     mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan;

g.    memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit;

h.    meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit;

i.     mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya;

j.    mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan;

k.    memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya;

l.      didampingi keluarganya dalam keadaan kritis;

m.   menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya;

n.    memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit;

o.    mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan Rumah Sakit terhadap dirinya;

p.    menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya;

q.    menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata ataupun pidana; dan

r.     mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

 

Farmako Herbalis

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 217 other followers